IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Perkembangan Valuasi Saham AI dan Geopolitik Timteng
📅 Senin, 13 Jul 2026, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/7) pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan valuasi saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
IHSG dibuka menguat 10,36 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.934. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,03 poin atau 0,01 persen ke posisi 589,28.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, peluang melanjutkan technical rebound masih terbuka dengan target menguji 5.948-6.000, kemudian 6.100-6.220 apabila berhasil menembus batas atas channel. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, IHSG berisiko Kembali menguji support di 5.839-5.805,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung positif dipicu oleh kembalinya optimisme terhadap tema kecerdasan buatan (AI), setelah saham SK Hynix ditutup melonjak 13 persen di atas harga IPO dalam debutnya di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).
Investor mulai melakukan positioning menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II-2026, dengan konsensus memperkirakan laba emiten S&P 500 tumbuh sekitar 24 persen year on year (yoy), terutama ditopang oleh sektor teknologi dan AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS bersedia melanjutkan pembicaraan dengan Iran meskipun gencatan senjata yang disepakati pada Juni 2026 telah berakhir.
“Meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” ujar Liza.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi AS bulan Juni 2026, yang akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan moneter bank sentral AS The Fed.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Gubernur The Fed Kevin Warsh dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan House Committee on Financial Services, yang akan dicermati investor untuk memperoleh sinyal mengenai prospek suku bunga.
Dari dalam negeri, realisasi restitusi pajak mencapai Rp171,2 triliun pada semester I-2026, atau turun 31,5 persen (yoy), terutama akibat penurunan restitusi PPh Badan (minus 40 persen (yoy)) dan PPN Dalam Negeri (minus 29,7 persen (yoy)).
Sejumlah pengamat menilai perlambatan itu mengindikasikan adanya penundaan pencairan restitusi untuk menjaga arus kas pemerintah.
“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha dan meningkatkan kewajiban pembayaran pemerintah pada periode berikutnya apabila pencairan terus tertunda,” ujar Liza.
Di sisi lain, pemerintah menaikkan outlook pembiayaan APBN 2026 menjadi Rp734,3 triliun dari target awal Rp689,1 triliun, dengan realisasi telah mencapai Rp452 triliun pada semester I-2026, atau 65,6 persen dari pagu awal.
Kementerian Keuangan menjelaskan tingginya realisasi itu merupakan strategi front loading untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar di awal tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!