Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kaltim Siapkan Kratom Jadi Komoditas Ekspor Andalan Baru.

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 21:52 WIB | Oleh:
Kaltim Siapkan Kratom Jadi Komoditas Ekspor Andalan Baru. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menerima audiensi PT Borneo Riseta Naturafarm dan PT DJB Botanicals Indonesia di Kantor Gubernur Kaltim.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan tanaman kedemba atau kratom (Mitragyna speciosa) sebagai komoditas ekspor unggulan baru di bidang pertanian dan kehutanan.

"Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi nonmigas berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan," kata Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menerima audiensi PT Borneo Riseta Naturafarm dan PT DJB Botanicals Indonesia di Samarinda, Selasa.

Wagub menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal hilirisasi tanaman yang dijuluki "Emas Hijau Kalimantan" tersebut.

Ia menegaskan akan menindaklanjuti rencana pengembangan kratom dengan melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas, mulai dari Dinas Kehutanan, Tim Ahli Gubernur, hingga instansi vertikal terkait. Fokus utamanya adalah menyusun langkah strategis dan penguatan aspek regulasi.

"Pemprov Kaltim serius mendukung hilirisasi kratom. Kami siap terlibat aktif, termasuk memberikan dukungan pendanaan untuk memastikan komoditas ini memberikan nilai tambah maksimal bagi daerah," tegas Seno Aji.

Sebagai bentuk keseriusan, Wagub berencana melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas produksi dan laboratorium di L3 Tenggarong Seberang dalam waktu dekat.

"Saya ingin melihat langsung kesiapan industrinya sebelum kita melangkah lebih jauh," imbuhnya.

Dalam audiensi tersebut, Dr. Islamudin Ahmad dari PT Borneo Riseta Naturafarm memaparkan "Peta Jalan Transformasi Kratom". Ia menjelaskan tanaman endemik yang dikenal warga lokal sebagai kedemba ini memiliki nilai ekonomi fantastis jika dikelola melalui proses industri yang tepat.

20260512215557_Kratom_Ekspor.jpg

Berdasarkan riset, penjualan daun segar hanya menghasilkan Rp80–Rp120 juta per hektare per tahun. Namun melalui hilirisasi menjadi produk ekstrak berkadar tinggi, nilai ekonominya bisa melonjak drastis hingga Rp2,3 miliar sampai Rp5,7 miliar per hektare per tahun.

"Hilirisasi adalah kunci. Dengan mengubah bahan mentah menjadi ekstrak terstandar atau produk farmasi, nilai ekonominya bisa meningkat ribuan kali lipat. Ini adalah peluang nyata yang didukung validasi ilmiah dan regulasi ekspor yang sah," jelas Islamudin.

Dari sisi industri, Haris Wafa dari PT DJB Botanicals Indonesia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memasok lebih dari 80 persen kebutuhan kratom dunia.

Permintaan utama berasal dari Amerika Serikat dan Eropa untuk industri herbal, serta India dan Thailand untuk ekstraksi bahan alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...

Calon Sekolah Adiwinata Bekasi Memasuki Penilaian Akhir

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Calon Sekolah Adiwinata Bek...
Nasional
Pesantren Jadi Pusat Ekonom...

Persija Jakarta Rekrut Francis Wewengkang sebagai Pelatih

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Rekrut Fran...
Luar Negeri
Putin Beri Instruksi Mengej...
Advertisement
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.