Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Banten Minta Warga Tak Panik

📅 Senin, 13 Jul 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Anak Krakatau  Berstatus Siaga, BPBD Banten Minta Warga Tak Panik Doc: ANTARA
Ket. Petugas Pengamat Gunung Api PVMBG memantau aktivitas GAK melalui layar monitor di Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seiring dengan status Level III (Siaga) Gunung Anak Krakatau (GAK), dan meminta masyarakat untuk tidak panik, apalagi aktivitas pariwisata di kawasan Anyer dan Carita aman.

Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin di Serang, Senin (13/7), menyatakan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada pemantauan aktivitas erupsi GAK, tetapi juga pada pematangan strategi antisipasi dampak sekunder, terutama potensi tsunami.

"Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat setelah Level III status GAK," ujar Lutfi.

Lutfi menjelaskan bahwa masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan. Apabila terdeteksi adanya erupsi yang berpotensi memicu tsunami, sistem peringatan dini telah memperhitungkan waktu emas (golden time) sekitar 40 menit bagi masyarakat pesisir untuk melakukan evakuasi secara aman.

Guna memastikan skenario tersebut berjalan lancar, BPBD Banten terus memantapkan koordinasi lintas sektor bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

"Selain itu, BPBD juga memberikan pelatihan evakuasi cepat kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang berjaga di sepanjang garis pantai," paparnya.

Lutfi menegaskan keputusan evakuasi akan selalu didasarkan pada analisis informasi resmi. Erupsi gunung tidak serta-merta mengharuskan masyarakat mengungsi apabila tidak ada indikasi bahaya tsunami.

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG di Pos Pengamatan GAK, Anggi Nuryo Saputro mengedukasi masyarakat agar tidak menyamakan kondisi gunung saat ini dengan peristiwa masa lalu, karena secara morfologi keadaannya sudah jauh berbeda.

Menurut kajian para ahli, tinggi tubuh GAK saat ini berada di kisaran 158 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan dengan tinggi gunung sebelum tsunami Selat Sunda 2018 yang mencapai 337 mdpl.

"Kondisinya tidak sama dengan tahun 2018. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG, yakni dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Semua informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia," kata Anggi.

Berkat masifnya edukasi dan penguatan mitigasi dari pemerintah, geliat pariwisata di pesisir Banten tetap berjalan normal.

Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan wisata, seperti Pantai Bandulu di Anyer dan Pantai Pandan di Carita tetap dipadati rombongan wisatawan dari berbagai daerah, seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang, yang menikmati liburan dengan aman dan nyaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.