Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dilanda Gelombang Panas, Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir

📅 Senin, 13 Jul 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dilanda Gelombang Panas, Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir Doc: AFP
Ket. Pembangkit listrik tenaga nuklir di Nogent-sur-Seine pada 8 November 2024. Prancis pada 25 Juni 2026, menutup sementara dua reaktor nuklir karena gelombang panas yang memecahkan rekor.

PARIS - Penyedia energi utama Prancis mengatakan pada hari Minggu (12/7), tiga reaktor nuklir telah dimatikan sementara dan delapan lainnya beroperasi dengan daya yang dikurangi, karena gelombang panas yang melanda negara itu.

"Karena kondisi cuaca dan untuk mematuhi peraturan tentang pembuangan (air pendingin), dan dengan demikian untuk melindungi lingkungan," reaktor di pembangkit listrik Golfech, Bugey, dan Chooz, yang terletak di tepi sungai Garonne, Rhone, dan Meuse, telah dimatikan, kata grup energi EDF.

Langkah ini merupakan persyaratan perlindungan lingkungan untuk menghindari pembuangan terlalu banyak air panas ke sungai-sungai yang sudah menghangat akibat gelombang panas.

Pembangkit listrik yang sangat penting bagi produksi listrik negara itu menggunakan air sungai untuk mendinginkan reaktornya, yang kemudian memanaskan air tersebut dan melepaskannya kembali ke sungai.

Penutupan Kedua

Pada hari Sabtu, kementerian ekonomi mengeluarkan pengecualian terhadap batas suhu untuk pemanasan Sungai Rhone di sekitar pembangkit listrik Bugey "untuk menjamin keamanan jaringan listrik", berlaku hingga 20 Juli.

Penghentian operasional ini adalah kali kedua dalam beberapa pekan terakhir EDF harus menghentikan reaktor nuklir karena panas ekstrem, setelah gelombang panas yang memecahkan rekor melanda Prancis pada bulan Juni.

Pada hari Minggu, gelombang panas ketiga yang melanda negara itu sejak Mei menyebabkan lebih dari sepertiga wilayah Prancis berada di bawah peringatan panas tertinggi dari badan meteorologi nasional.

Lebih dari 25 juta orang mengalami suhu yang menurut para peramal cuaca dapat mencapai hingga 41 derajat Celsius, menurut perhitungan AFP berdasarkan data populasi.

Gelombang panas memaksa tempat-tempat wisata populer untuk tutup lebih awal, menyebabkan pembatalan acara, dan mempersingkat satu etape di Tour de France. Kebakaran hutan semakin meluas dan kematian akibat tenggelam meningkat tajam di tengah cuaca panas.

Sejak akhir Mei, Prancis telah dilanda gelombang panas ekstrem yang berulang, yang menyebabkan peningkatan angka kematian dan mengungkap masalah infrastruktur yang tidak sesuai dengan cuaca ekstrem, yang peningkatan frekuensinya dikaitkan oleh para ilmuwan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Jelang Kirab HUT RI Ke-81, ...
Megapolitan
Amankan HUT RI di Jakarta, ...
Megapolitan
Tak Main-Main! 13.859 Perso...
Megapolitan
Jangan Salah Datang! SIM Ke...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.