Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bekasi Genjot Pariwisata Lewat Seni Ujungan

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 03:32 WIB | Oleh:
Bekasi Genjot Pariwisata Lewat Seni Ujungan Doc: ANTARA/Idhad Zakaria

BEKASI – Sejumlah daerah terus mengembangkan destinasi wisata, tak terkecuali Kabupaten Bekasi. Saat ini berbagai upaya ditempuh Bekasi untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya melalui seni pertunjukan tradisional ujungan.

“Kesenian ini diharapkan dapat menjagi magnet turis,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, Kamis.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan seni pertunjukan tradisional ujungan menjadi magnet wisata budaya karena telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan, Jumat (3/7).

“Ini menjadi titik awal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelestarian tinggalan leluhur sekaligus mengembangkan potensi budaya tersebut sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.

Secara umum, ujungan merupakan kesenian tradisional unik dengan tiga unsur: bela diri yang dimiliki para pemain. Lalu, tari yang diperlihatkan dalam uncul, serta musik berupa instrumen perkusi sampyong, Kemudian, tok tok sebagai wadrita pengiring ujungan maupun uncul.

Kata ujungan berasal dari bahasa Sunda ujungan. “Jung” berarti dari lutut ke bawah, berkembang menjadi ujung berarti kaki. Sejumlah tokoh Bekasi menyebut ujungan berasal dari kata ujung bermakna bongkot dalam bahasa dialek Bekasi, baik ujung rotan maupun ujung kaki.

Iman mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah lanjutan agar pengakuan seni pertunjukan tradisional khas Kabupaten Bekasi sebagai Warisan Budaya tak Benda itu tidak berhenti sebatas status administratif.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyusun rencana aksi perlindungan melalui penguatan kapasitas sanggar seni, pendokumentasian secara digital hingga penyediaan ruang pertunjukan yang lebih representatif bagi para pelaku seni ujungan.

Di sektor pendidikan, Pemkab Bekasi juga berupaya mengenalkan ujungan kepada generasi muda melalui muatan lokal di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler hingga workshop bersama para maestro seni.

Menurut Iman, langkah tersebut penting untuk memastikan proses transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan, sehingga tradisi Ujungan  Bekasi tetap dapat diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Tak sebatas pada upaya pelestarian, Pemkab Bekasi juga menargetkan ujungan menjadi salah satu ikon wisata budaya daerah.

Tradisi tersebut direncanakan masuk dalam agenda rutin pariwisata melalui festival budaya maupun berbagai pertunjukan di tingkat kecamatan hingga kabupaten. “Dengan strategi tersebut, Ujungan Bekasi diharapkan tidak hanya tetap terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bekasi,” katanya.

Iman menegaskan keberhasilan pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Peran aktif masyarakat menjadi faktor utama agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Masyarakat harus bangga terhadap budaya sendiri. Menonton pertunjukan, mendukung sanggar, mempromosikan melalui media sosial hingga mengenalkan kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya menjaga agar ujungan tetap hidup, katanya.

Ia mengungkapkan Kabupaten Bekasi masih memiliki banyak kekayaan budaya yang berpotensi diusulkan sebagai WBTB Indonesia. Potensi tersebut mencakup tradisi kuliner, arsitektur tradisional hingga beragam kesenian rakyat yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Perawatan lokomotif tertua di Indonesia

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Perawatan lokomotif tertua ...

Festival buah dan bunga di Karo

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival buah dan bunga di ...

Pemeriksaan kesehatan gratis di rumah sakit

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pemeriksaan kesehatan grati...

Persiapan Sekaten di Solo

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Persiapan Sekaten di Solo

BMKG sampaikan prospek musim kemarau 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
BMKG sampaikan prospek musi...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
    Ini Dia Cara menutup,menonaktifkan kartu kredit BNI? Untuk ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank BNI Hubungi BNICall ...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.