Festival Tapa Gogoso Menggoda, Sigi Siap Jadi Destinasi Budaya Unggulan
📅 Senin, 06 Apr 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSIGI – Pengembangan potensi budaya lokal menjadi strategi penting dalam memperkuat identitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Budaya tidak hanya diposisikan sebagai warisan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang dapat diolah melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga produk bernilai tambah.
Secara analitis, optimalisasi potensi ini memerlukan sinergi antara pelestarian dan inovasi. Tanpa perlindungan yang memadai, komodifikasi budaya berisiko mengikis nilai autentiknya.
Sebaliknya, tanpa adaptasi terhadap kebutuhan pasar, potensi ekonomi budaya sulit berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, penguatan kapasitas pelaku lokal, dukungan kebijakan, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu bersaing dan memberikan dampak ekonomi yang inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh Rizal Intjenae mendorong pengembangan potensi budaya lokal melalui Festival Tapa Gogoso sebagai daya tarik wisatawan di daerah tersebut.
"Jadi Festival Tapa Gogoso merupakan langkah awal untuk mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi baru daerah di Kabupaten Sigi, " kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Senin (6/4).
Ia mengemukakan Tapa Gogoso memiliki nilai historis dan kultural sebagai makanan tradisional khususnya sebagai hidangan khas masyarakat Sigi saat momentum Lebaran Idul Fitri.
"Jika berbicara pariwisata, bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga budaya yang menjadi identitas. Tapa Gogoso bagian dari budaya yang bisa kita kembangkan menjadi kuliner khas daerah," ucapnya.
Ia menuturkan pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan skala kegiatan Festival Tapa Gogoso menjadi festival tingkat kecamatan, bahkan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.
"Ke depan, festival ini tidak hanya di Kotarindau, tetapi bisa menjadi event bersama seluruh desa di Kecamatan Dolo, sehingga kita dorong dapat masuk dalam kalender event daerah," sebutnya.
Menurut dia, pengembangan festival berbasis kuliner lokal seperti Tapa Gogoso sejalan dengan upaya mendorong sektor pertanian dan pariwisata secara bersamaan.
"Dengan penguatan konsep festival dan dukungan lintas pihak, Tapa Gogoso diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi," kata dia.
Tapa Gogoso merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Sigi, khususnya di wilayah Dolo yang identik dengan sajian berbahan dasar beras ketan termasuk varian beras ketan hitam yang selama ini menjadi favorit masyarakat saat hari raya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!