AS dan Iran Saling Melancarkan Serangan Saat Ali Khamenei Dimakamkan
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 08:28 WIB | Oleh: Lili Lestari"Izinkan saya menyatakannya dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan diserang," tulisnya, menambahkan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka berdasarkan kesepakatan Iran - bukan "ancaman Amerika".
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan terbaru dilakukan untuk "lebih melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang tidak bersalah" di jalur perairan vital tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa mereka telah menyerang 90 target militer Iran, yang meliputi sistem pertahanan udara dan infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.
"Serangan terbaru ini menyusul keberhasilan pelaksanaan serangan ofensif di Iran pada malam sebelumnya," tambah CENTCOM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Phil Belcher, direktur kelautan di Intertanko, sebuah organisasi internasional untuk pemilik kapal tanker independen, mengatakan jumlah kapal yang melewati Selat melalui rute selatan yang lebih dekat ke Oman sekarang berada dalam "angka tunggal" setelah peningkatan permusuhan.
Belcher mengatakan angka harian keseluruhan sekitar 30 kapal turun dari sekitar 70 kapal seminggu yang lalu dan jauh di bawah jumlah normal 130 kapal yang terlihat sebelum perang Iran dimulai awal tahun ini.
Dia mengatakan kepada program "Today" di BBC Radio 4 bahwa ada "optimisme yang meluap-luap" seputar pelayaran di kawasan itu setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan AS bulan lalu, tapi sekarang suasana telah berubah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Siklus kekerasan ini, siklus naik turunnya berita positif dan negatif, berdampak sangat besar baik pada bisnis maupun pada para pelaut itu sendiri," katanya.
Peningkatan ketegangan saat ini merupakan pertukaran serangan terburuk antara AS dan Iran sejak kesepakatan tersebut - yang dikenal sebagai nota kesepahaman (MoU) - ditandatangani pada 17 Juni.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran kini "berakhir".
Dia mengatakan kepada wartawan: "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi, mereka sampah. Kalian tahu apa itu sampah? Mereka sampah. Mereka orang-orang sakit."
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Kami tidak membalas kekasaran dengan kekasaran, tetapi dengan tindakan: tanpa rasa takut dan dengan keberanian yang besar."
Kesepakatan antara AS dan Iran mencakup 14 poin, di antaranya periode gencatan senjata selama 60 hari di mana negosiasi harus dilanjutkan, jalur aman bagi kapal melalui Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi AS terhadap Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!