Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Tak Lagi Sekadar Cuaca, Perubahan Iklim Ubah Risiko Banjir di Perkotaan.

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 10:42 WIB | Oleh:

Normalisasi sungai, pembangunan pintu air, pengendalian sedimen, hingga pengelolaan daerah aliran sungai memerlukan koordinasi lintas lembaga agar seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan.

Kolaborasi tersebut mulai terlihat ketika hujan ekstrem melanda Surabaya pada Juni 2026. Pemerintah kota bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengerahkan pompa bergerak dan personel di sejumlah kawasan terdampak untuk mempercepat penyurutan genangan. Langkah cepat semacam ini memperlihatkan bahwa persoalan banjir perkotaan tidak mengenal batas administrasi pemerintahan.

Namun, pembangunan fisik saja tetap tidak cukup. Pertumbuhan kota membuat lahan terbuka semakin terbatas. Permukaan beton dan aspal mendominasi kawasan perkotaan, sehingga kemampuan tanah menyerap air terus menurun. Akibatnya, hampir seluruh air hujan berubah menjadi limpasan yang harus segera dialirkan menuju saluran.

Dalam kondisi demikian, konsep drainase modern tidak lagi hanya berbicara tentang membuang air secepat mungkin, tetapi juga menyimpan air sementara. Pembangunan bozem, kolam retensi, embung kota, ruang terbuka hijau, hingga taman resapan menjadi bagian penting dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.

Rencana pembangunan mini bozem di kawasan Exit Tol Margomulyo-Tandes menunjukkan arah kebijakan tersebut. Air tidak langsung dibuang seluruhnya, tetapi ditampung sementara untuk mengurangi beban saluran utama ketika debit hujan sedang tinggi. Pendekatan seperti ini telah lama diterapkan di berbagai kota besar dunia yang menghadapi tantangan serupa.


Ikhtiar bersama

Sebesar apa pun anggaran yang dialokasikan pemerintah, sistem drainase tetap memiliki batas kemampuan apabila perilaku masyarakat tidak berubah.

Saluran yang dipenuhi sampah kehilangan kapasitasnya. Sedimentasi meningkat lebih cepat. Rumah pompa bekerja lebih berat. Biaya pemeliharaan pun terus membengkak.

Karena itu, penanganan genangan sesungguhnya bukan hanya proyek konstruksi, melainkan juga proyek perubahan budaya.

Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke saluran, menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak ruang resapan di halaman rumah, hingga mendukung pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari solusi yang sama pentingnya dengan pembangunan box culvert maupun rumah pompa.

Surabaya juga menghadapi tantangan lain berupa percepatan pembangunan. Berbagai proyek drainase memang sempat memicu kemacetan dan ketidaknyamanan. Namun, pengalaman banyak kota menunjukkan bahwa investasi infrastruktur sering kali memang menuntut pengorbanan jangka pendek demi manfaat yang jauh lebih besar pada masa depan.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga konsistensi pembangunan. Penanganan genangan tidak boleh berhenti setelah satu proyek selesai. Sistem drainase memerlukan pemeliharaan rutin, evaluasi berkala, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta pembaruan perencanaan sesuai perkembangan kawasan perkotaan.

Indonesia menargetkan pembangunan yang semakin tangguh terhadap perubahan iklim menuju Indonesia Emas 2045. Kota-kota besar menjadi etalase keberhasilan agenda tersebut. Surabaya memiliki modal yang cukup melalui pemetaan titik genangan, pembangunan rumah pompa, normalisasi saluran, dan penguatan kolaborasi lintas instansi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.