Jadi Sorotan Dunia karena Kontroversi, Folarin Balogun Gagal Bersinar saat AS Tersingkir dari Belgia
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 00:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSEATTLE – Setelah menjadi pusat perhatian dunia sepak bola selama 24 jam akibat kontroversi pencabutan sanksinya, penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, gagal memberikan dampak besar di atas lapangan saat timnya disingkirkan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Seattle, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor telak 1-4, sekaligus mengakhiri langkah mereka di turnamen.
Sebelum laga tersebut, nama Balogun mendominasi pemberitaan internasional bukan karena penampilannya, melainkan keputusan kontroversial FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan yang semestinya dijalani sang striker.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Berdasarkan regulasi, kartu merah itu otomatis membuatnya harus menjalani hukuman larangan bermain pada laga berikutnya.
Namun, FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman tersebut sehingga Balogun tetap diizinkan tampil melawan Belgia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keputusan itu memicu perdebatan luas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengklaim memiliki peran dalam keputusan tersebut.
Di sisi lain, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa badan yudisial FIFA bekerja secara independen dan mengambil keputusan tanpa intervensi pihak mana pun.
Meski demikian, banyak pihak menilai FIFA telah tunduk pada tekanan politik. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, bahkan menyindir keputusan tersebut dengan mengatakan seolah-olah hari itu adalah April Mop (April Fool's Day).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontroversi tersebut turut mengangkat kembali kisah kewarganegaraan Balogun.
Ia memperoleh kewarganegaraan Amerika Serikat karena lahir di New York ketika ibunya yang berasal dari Nigeria tidak diizinkan terbang kembali ke London akibat usia kehamilan yang sudah terlalu tua.
Sebulan setelah Balogun lahir, keluarganya kembali ke Inggris dan ia kemudian tumbuh besar di London sebelum akhirnya memilih membela tim nasional Amerika Serikat di level senior.
Latar belakang itu kembali menjadi bahan perbincangan karena Presiden Trump selama ini berulang kali menyuarakan keinginannya menghapus sistem kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran (birthright citizenship).
Terlepas dari hiruk-pikuk di luar lapangan, Balogun justru tampil jauh dari performa terbaiknya saat menghadapi Belgia.
Sorak sorai bergema di Stadion Seattle ketika namanya diumumkan sebagai starter. Namun sepanjang pertandingan, striker berusia 25 tahun itu kesulitan menembus rapatnya lini belakang Belgia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!