Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melawan Dogma Biologi, Perempuan Ternyata Bisa Menghasilkan Sel Telur Baru

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 07:23 WIB | Oleh:

“Sel-sel itu mengalami transformasi di dalam jaringan dan membentuk struktur yang tampak seperti folikel (kantong tempat berkembangnya sel telur). Banyak peneliti kini beralih bertanya: jika sel itu memang ada, apa sebenarnya yang mampu dilakukannya?” ujar Telfer.

Penelitian ini mulai mengubah cara ilmuwan memandang menopause. Menopause mungkin bukan sekadar konsekuensi mutlak dari habisnya stok sel telur sejak lahir. Jika proses ini bisa diperlambat, penuaan sistem reproduksi perempuan ternyata jauh lebih fleksibel.

Namun, ovarium adalah organ yang kompleks. Sel telur tidak hidup sendiri; mereka ditopang oleh sel-sel somatik di sekitarnya yang menghasilkan hormon. Seiring bertambahnya usia, jaringan ovarium mengalami fibrosis (pengerasan) yang merusak sinyal biologis agar OSC tetap bekerja.

Tilly mengibaratkan ovarium seperti sebuah rumah, dan sel punca adalah penghuninya: “Sel punca mungkin masih ada lama setelah menopause, tetapi rumahnya sudah rusak. Lingkungan tempat sel-sel itu berada tidak lagi mampu mendukung aktivitasnya.”

Harapan Baru Lewat ­“Organoid Ovarium”

Sebagai solusi dari masalah “rumah yang rusak” tersebut, laboratorium Tilly kini sedang mengembangkan jaringan ovarium buatan atau organoid. Organoid ini mengandung OSC milik pasien sendiri yang dikombinasikan dengan sel-sel pendukung penghasil hormon.

Tujuan utamanya bukan untuk menghasilkan bayi, melainkan mengembalikan fungsi hormon alami tubuh. Menariknya, organoid ini tidak harus ditanamkan kembali di ovarium, melainkan bisa di bagian tubuh lain seperti lengan.

Teknologi ini diproyeksikan sebagai alternatif Terapi Penggantian Hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT) alami yang minim efek samping bagi perempuan pascamenopause atau pasien kanker yang kehilangan fungsi ovariumnya. Tilly bahkan mengklaim berhasil mengisolasi OSC “dorman” (tidak aktif) dari perempuan yang sudah puluhan tahun menopause, dan kini sedang meneliti apakah sel tersebut bisa “dibangunkan kembali.”

Meskipun arah pengembangannya sangat menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan bahwa aplikasi klinis terapi berbasis OSC pada manusia masih membutuhkan waktu bertahun-tahun. Para peneliti masih harus membuktikan bahwa organoid ovarium ini sepenuhnya aman dan dapat berfungsi stabil dalam jangka panjang.

“Kita masih harus melakukan jauh lebih banyak penelitian dasar,” punggah Telfer. Namun jika sel-sel regeneratif ini terbukti bisa diaktifkan kembali, penemuan ini dipastikan akan mengubah masa depan dunia kedokteran reproduksi secara radikal. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.