Sejarah Tanda Tangan: Berawal dari Segel Batu Mesopotamia hingga Era Digital
Minggu, 04 Okt 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga menyelesaikan berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.
Bentuknya pun bermacam-macam.
Ada yang menulis nama lengkap dengan rapi, ada yang hanya menggunakan inisial, sementara sebagian orang memiliki tanda tangan yang bentuknya jauh berbeda dari tulisan sehari-hari.
Menariknya, tanda tangan ternyata bukan sekadar coretan untuk membubuhkan nama di atas kertas.
Kebiasaan tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan cara manusia membuktikan identitas, kepemilikan, persetujuan, dan keabsahan sebuah dokumen.
Lantas, dari mana sebenarnya tanda tangan berasal?
Jika membayangkan sejarah tanda tangan, mungkin yang terlintas adalah seseorang pada masa lalu menulis namanya menggunakan tinta di atas lembaran perkamen.
Namun, praktik memberikan tanda sebagai bentuk pengesahan ternyata jauh lebih tua daripada tanda tangan dengan tulisan tangan seperti yang dikenal sekarang.
Dari segel di Mesopotamia
Di Mesopotamia, wilayah yang kini mencakup sebagian besar Irak, masyarakat telah menggunakan segel sejak ribuan tahun lalu. British Museum mencatat benda-benda tersebut digunakan untuk menyegel barang, menandai kepemilikan, menjadi saksi transaksi, hingga mengonfirmasi tanda atau identitas seseorang.
Salah satu bentuknya adalah cylinder seal atau segel silinder.
Benda kecil berbentuk silinder itu biasanya dibuat dari batu dan memiliki ukiran tertentu. Ketika digulirkan pada tanah liat, ukirannya menghasilkan pola atau gambar yang menjadi semacam tanda pengenal pemiliknya.
Sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, segel silinder telah digunakan di Mesopotamia dengan desain yang semakin kompleks. Beberapa di antaranya bahkan memuat nama pemiliknya.
Dengan kata lain, jauh sebelum seseorang membubuhkan tanda tangan menggunakan pulpen, manusia sudah memiliki cara untuk mengatakan, "Ini milik saya" atau "Ini telah disahkan oleh saya."
Penggunaan segel kemudian berkembang menjadi bagian dari sistem administrasi dan hukum.
Pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis belum dimiliki semua orang, sebuah simbol atau segel dapat menjadi penanda praktis untuk menunjukkan otoritas seseorang.
Tradisi tersebut bertahan selama berabad-abad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!