Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudah Meresahkan, DPRD DKI-BUMD Segera Bahas Praktik Kecurangan Tap Kartu Operator Jaklingko

📅 Senin, 06 Jul 2026, 17:43 WIB | Oleh:
Sudah Meresahkan, DPRD DKI-BUMD Segera Bahas Praktik Kecurangan Tap Kartu Operator Jaklingko Doc: antara foto
Ket. Tap kartu Jaklingko

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli mengungkapkan pihaknya segera menggelar rapat bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membahas praktik kecurangan tap kartu yang dilakukan oknum pengemudi Mikrotrans atau Jaklingko.

"Memang praktik tap-tap itu juga meresahkan. Sudah diberi pekerjaan sebagai operator Mikrotrans, malah curang begitu. Besok akan kita bahas lebih khusus. Besok kami rapat dengan BUMD, Transjakarta, dan Dinas Perhubungan," kata Taifik di Jakarta, Senin (6/7).

Lebih lanjut ia juga menyoroti usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang ingin menerapkan tarif pada Jaklingko.

Menurut Taufik, rencana ini dapat mengatasi kecurangan tap kartu yang dilakukan oknum pramudi Jaklingko.

Selama ini, oknum pengemudi Jaklingko tak akan rugi jika melakukan tap kartu padahal mereka tak benar-benar bekerja. Jika Jaklingko dikenakan tarif, oknum pengemudi tak akan lagi dapat melakukan hal itu.

Taufik mengusulkan agar tarif yang diterapkan untuk Jaklingko cukup sebesar Rp1.000 saja agar tidak terlalu membebani masyarakat.

"Saya melihat Rp2.000 (tarif usulan DTKJ) ini perlu dikaji lagi. Karena salah satu fungsi JakLingko atau Mikrotrans adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama motor. Kalau Rp2.000, nanti masyarakat malah hitung-hitungan," paparnya.

Sebelumnya, Pengamat Transportasi Deddy Herlambang juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, sebaiknya Jaklingko dikenakan tarif Rp1.000 pada tahap awal. Hal ini untuk menghindari terjadinya culture shock di tengah masyarakat.

"Saya usul bertahap bayar Rp1.000 dulu. Baru dua tahun berikutnya Rp2.000. Supaya tidak culture shock," kata Deddy.

Deddy menilai pengenaan tarif pada Jaklingko tidak hanya berkaitan dengan aspek pembiayaan layanan, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai transportasi publik.

Meurut Deddy, layanan yang sepenuhnya gratis dapat berpotensi membuat sebagian pengguna kurang menghargai kualitas pelayanan yang diberikan.

Oleh sebab itu, penerapan tarif dinilai dapat mendorong keseimbangan antara hak pengguna untuk memperoleh layanan yang baik serta kewajiban untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan operasional transportasi publik.

"Misalnya tarif gratis kok minta dilayani baik dan lain-lain. Kalo berbayar kita bisa menuntut pelayanan lebih baik," jelas Deddy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Mabes TNI Gelar Peringatan ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.