Layanan Pengecatan Pesawat Beroperasi di Bali, Bidik Kebutuhan Maskapai Asia Tenggara
📅 Senin, 06 Jul 2026, 16:12 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Indonesia menambah fasilitas pemeliharaan pesawat dengan beroperasinya aircraft painting booth atau fasilitas pengecatan pesawat di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan memperkuat kapasitas layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Indonesia sekaligus memenuhi meningkatnya kebutuhan maskapai di kawasan Asia Tenggara.
Fasilitas yang mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan MRO terintegrasi yang mencakup perawatan, perbaikan, hingga pengecatan ulang pesawat.
Pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini adalah Skyway Airlines, maskapai kargo asal Filipina yang mengoperasikan armada Boeing 737-400F. Proyek perdana mencakup pengecatan livery pesawat ketiga milik maskapai tersebut sebelum diterbangkan ke Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli 2026.
Chairman FL Technics Indonesia, Martynas Grigas, mengatakan kehadiran fasilitas pengecatan khusus di Bali merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan MRO yang lebih lengkap bagi maskapai di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, permintaan terhadap layanan pengecatan pesawat terus meningkat, seiring kebutuhan operator untuk melakukan pembaruan identitas visual armada maupun mendukung berbagai program operasional lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bangga menyambut Skyway Airlines sebagai pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kami telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya dan menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara," ujar Grigas dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).
Kurangi Biaya dan Waktu Henti Pesawat
Fasilitas pengecatan pesawat yang berlokasi di Bali ini dibangun sesuai standar industri penerbangan internasional. Selain mampu menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, fasilitas tersebut juga dirancang untuk mendukung efisiensi operasional serta memenuhi standar keselamatan dan regulasi penerbangan sipil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberadaannya dinilai strategis karena memberikan alternatif bagi maskapai di Indonesia maupun Asia Tenggara untuk melakukan pengecatan pesawat tanpa harus menerbangkan armada ke fasilitas MRO di luar negeri.
Dengan demikian, operator dapat mengurangi biaya ferry flight atau penerbangan khusus untuk memindahkan pesawat ke lokasi perawatan, sekaligus menekan waktu pesawat tidak beroperasi (operational downtime).
Kondisi ini dinilai penting terutama bagi maskapai kargo dan maskapai komersial yang mengutamakan ketersediaan armada agar tetap menghasilkan pendapatan.
Kebutuhan Layanan MRO Terus Meningkat
Peresmian fasilitas tersebut berlangsung di tengah meningkatnya permintaan layanan MRO di kawasan Asia Tenggara. Salah satu faktor pendorongnya adalah lamanya waktu pengiriman pesawat baru dari produsen, sehingga banyak maskapai memilih memperpanjang masa operasional armada yang sudah ada melalui program pemeliharaan dan perawatan.
Selain untuk menjaga kondisi pesawat, pengecatan ulang juga semakin banyak dibutuhkan sebagai bagian dari proses rebranding maskapai, perpindahan armada dalam skema wet lease, maupun persiapan pesawat untuk kembali beroperasi setelah menjalani perawatan menyeluruh (return-to-service).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!