Jakarta Kreatif Festival 2026 Resmi Ditutup, Sukses Raup Transaksi Rp55 Miliar
📅 Senin, 06 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan resmi ditutup pada Minggu (5/7) setelah berlangsung selama dua hari. Festival ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Jakarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan penyelenggaraan JKF 2026 menunjukkan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, keberhasilan festival tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta juga mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat," ujarnya.
Uus menjelaskan, penyelenggaraan JKF memiliki arti strategis menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta sekaligus transformasi menuju kota global. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, dan pemberdayaan UMKM akan terus menjadi fokus utama dalam memperkuat daya saing ekonomi ibu kota.
Ia berharap Jakarta Kreatif Festival dapat terus berkembang menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum tersebut, akses pembiayaan, perluasan pasar, percepatan digitalisasi, hingga lahirnya pelaku usaha baru diharapkan semakin meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menilai berakhirnya Jakarta Kreatif Festival bukan berarti berakhirnya upaya bersama dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Menurutnya, festival tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung UMKM dan digitalisasi ekonomi Jakarta.
"Momentum JKF diharapkan terus menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi di Jakarta. Lebih dari itu, semangat kolaborasi ini menjadi modal penting menyongsong lima abad Jakarta untuk mewujudkan kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama penyelenggaraan, JKF 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai sektor. Mulai dari pameran UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, layanan publik, edukasi, hingga berbagai kompetisi yang bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.
Festival tersebut melibatkan sebanyak 377 tenant yang terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant dari sektor layanan, edukasi, serta komunitas. Seluruh kegiatan didukung kolaborasi 67 lembaga dan instansi, serta berhasil menarik sekitar 15 ribu pengunjung selama dua hari pelaksanaan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya jumlah peserta dalam berbagai kompetisi yang digelar. Sebanyak 1.940 peserta mengikuti sejumlah perlombaan, di antaranya Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, hingga Festival Urban Farming.
Dari sisi ekonomi, Jakarta Kreatif Festival 2026 mencatatkan total transaksi mencapai Rp55 miliar yang berasal dari berbagai aktivitas, termasuk transaksi business matching pembiayaan dan ekspor UMKM. Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), juga berhasil dibangun komitmen pembiayaan perbankan kepada sektor korporasi senilai Rp575 miliar.
Selain menghasilkan nilai transaksi yang tinggi, JKF 2026 juga melahirkan komitmen kerja sama antara sektor perbankan dengan para sineas muda yang tergabung dalam Jakarta Youth Film Festival. Capaian tersebut memperkuat posisi industri film dan musik sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!