Ikan Tempalak Terancam Punah! The Tanggokers dan PT Timah Berkolaborasi Lestarikan Satwa Perairan Endemik Bangka
📅 Senin, 06 Jul 2026, 19:42 WIB | Oleh: OpikPANGKALPINANG, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG - PT Timah (Persero) Tbk bersama Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung atau The Tanggokers memperkuat sinergisitas dalam pelestarian ikan endemik Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terancam punah.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan hayati Bangka Belitung," kata Dewan Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, Swarlanda Gusti di Pangkalpinang, Senin (6/7).
Ia mengatakan berdasarkan hasil penelitian Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, saat ini Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka yakni Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri masuk dalam katagori terancam punah dan ini telah dituangkan dalam buku Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka.
Di dalam Buku ini menjelaskan tentang berbagai informasi mengenai karakteristik, persebaran, hingga habitat alami masing-masing spesies. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi ilmiah sekaligus media edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberadaan ikan endemik beserta ekosistem habitatnya.

Sebaiknya Anda baca juga:
Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung menyerahkan buku Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka kepada jajaran PT Timah Tbk di Pangkalpinang (antara/HO/Humas PT Timah)
"Dukungan PT Timah ini penting untuk mendukung proses penyusunan buku melalui fasilitasi kegiatan penelitian serta pembangunan kolam-kolam mini yang dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dan pengembangan ikan endemik Pulau Bangka," ujarnya.
Ia berharap buku yang telah diterbitkan dapat didistribusikan lebih luas ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan ikan endemik Pulau Bangka dan terdorong untuk ikut menjaga kelestariannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur PT Timah bersedia bekerja sama dan mendukung Yayasan dan diharapkan kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut sehingga upaya pelestarian ikan endemik di Bangka Belitung semakin berkembang," ujarnya.
Ia menambahkan saat ini, Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung tengah mempersiapkan buku lanjutan yang akan mengangkat berbagai nama lokal ikan yang digunakan masyarakat Bangka.
"Dokumentasi tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai biodiversitas daerah sekaligus melestarikan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!