Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Menguat, Sentimen The Fed dan Cadev Siap Uji Optimisme Investor

📅 Senin, 06 Jul 2026, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat, Sentimen The Fed dan Cadev Siap Uji Optimisme Investor Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan pasar saham mencerminkan sikap hati-hati namun tetap optimistis dari pelaku pasar di tengah penantian sejumlah katalis penting.

Investor kini mencermati risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan suku bunga, sekaligus menunggu rilis data cadangan devisa (cadev) domestik sebagai indikator ketahanan eksternal Indonesia.

Kombinasi sentimen global dan fundamental dalam negeri tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/7) sore, ditutup menguat 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07 di tengah pelaku pasar menantikan risalah The Fed dan data cadangan devisa (cadev) domestik.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,70 poin atau 0,46 persen ke posisi 584,48.

"Sentimen eksternal dan internal membayangi pergerakan IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring sikap pelaku pasar yang menantikan risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, serta data ekonomi China yang akan dirilis pada pekan ini.

Nico mengatakan, pelaku pasar saat ini cenderung hati-hati menantikan risalah pertemuan kebijakan The Fed, untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga.

"Dimana risalah ini memberikan rincian lengkap dari keputusan kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi yang dibahas selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal," ujar Nico.

Sementara itu, data pekerjaan non-pertanian AS hanya meningkat 57.000 pada Juni 2026, atau kenaikan terkecil dalam empat bulan dan jauh di bawah perkiraan 110.000, yang mendorong pasar untuk mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga September 2025.

Tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, sebagian besar karena penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah sejak 2021.

Selain itu, pelaku pasar menantikan data CPI dan PPI China Juni 2026, untuk mendapatkan petunjuk baru tentang pemulihan ekonomi dari China.

Dari dalam negeri, sentimen pasar dibayangi aksi profit taking (ambil untung) setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis cadangan devisa (cadev) Juni 2026, yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa (07/06).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.