Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Pendangkalan dan Banjir, Pemkot Yogyakarta Rutin Normalisasi Sungai Setiap Tahun.

📅 Senin, 06 Jul 2026, 18:53 WIB | Oleh:
Cegah Pendangkalan dan Banjir, Pemkot Yogyakarta Rutin Normalisasi Sungai Setiap Tahun. Doc: Antara Foto
Ket. Sungai Code di Kota Yogyakarta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan perawatan rutin melalui normalisasi sungai setidaknya satu kali setiap tahun pada musim kemarau, yang dipadukan dengan pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup.

"Idealnya normalisasi dilakukan saat musim kemarau, sekitar Juni sampai Agustus, ketika debit air rendah sehingga proses pembersihan lebih mudah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan normalisasi Sungai Code yang saat ini dilakukan Pemkot Yogyakarta tidak hanya bertujuan mengatasi pendangkalan sungai, tetapi juga menjadi langkah awal menata bantaran sungai menjadi ruang yang bersih, hijau, sehat.

"Setelah ini, kami akan menjadwalkan normalisasi secara rutin agar kondisi sungai tetap terjaga," katanya.

Ia mengatakan pekerjaan normalisasi aliran Sungai Code sejauh ini sudah terealisasi dari wilayah Terban Madani hingga belakang Hotel Tentrem, atau telah mencapai sekitar 80 persen.

"Pekerjaan fisik hampir selesai, tetapi pekerjaan rumah kami masih ada di sisi kiri-kanan sungai dan wilayah yang berbatasan dengan Sleman karena di sana masih terdapat aktivitas masyarakat di badan sungai," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Kabupaten Sleman akan dilakukan agar alat berat dapat melanjutkan pengerjaan pada sisi sungai yang masuk wilayah Kabupaten Sleman.

Setelah segmen tersebut rampung, kata dia, normalisasi akan diteruskan dari kawasan Kewek hingga Jembatan Sayidan sehingga penataan Sungai Code dapat diselesaikan secara bertahap.

Ia juga mengatakan setelah normalisasi atau pengerukan selesai, perhatian pemerintah akan diarahkan pada penataan kawasan bantaran agar tidak kembali dipenuhi aktivitas yang mengganggu fungsi sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Daerah
Calon Pekerja Migran Bali B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.