Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program MBG Dongkrak Penghasilan Para Petani di Lebak, Bantu Kesejahteraan Keluarga

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Program MBG Dongkrak Penghasilan Para Petani di Lebak, Bantu Kesejahteraan Keluarga Doc: ANTARA/HO-Dindik Lebak
Ket. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak, Banten mulai dilaksanakan guna menunjang peningkatan gizi siswa-siswi jenjang pendidikan Sekolah Dasar.

LEBAK, BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Kabupaten Lebak hingga awal Mei 2026 tercatat sebanyak 194 SPPG dan mereka menampung produk lokal untuk membantu pendapatan ekonomi petani.

Produk lokal itu di antaranya sektor pertanian pangan beras, aneka sayuran, buah-buahan, dan sektor peternakan unggas, telur serta sektor perikanan budidaya ikan tawar, seperti ikan gurame, emas, lele dan nila.

"Semua produk lokal itu ditampung SPPG untuk memberikan makanan yang berkualitas dan bermutu terhadap penerimaan manfaat program MBG," katanya menjelaskan.

Program MBG yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto berhasil mendongkrak pendapatan ekonomi petani, karena produksinya ditampung oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu.

"Semua SPPG itu menampung produksi ekonomi lokal, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak Asep Royani di Lebak, Minggu (3/5).

Menurut dia, selama ini, persediaan kebutuhan bahan pokok mulai beras, sayuran, ikan, daging unggas, telur dipasok ke 194 SPPG di Kabupaten Lebak terpenuhi.

Namun, saat ini hanya kekurangan buah-buahan, sehingga SPPG terpaksa mendatangkan dari Pasar Rau Kota Serang.

Diperkirakan untuk membeli bahan pokok yang dipasok dari produk lokal untuk program MBG bisa menggulirkan perputaran uang 25 juta rupiah/hari/SPPG.

Bayangkan, jika belanja kebutuhan bahan pokok dari produk lokal rata-rata 25 juta rupiah per hari maka dikalkulasikan sebanyak 194 SPPG maka perputaran uang 4,85 miliar rupiah per hari.

"Saya kira perguliran ekonomi untuk kebutuhan program MBG itu cukup membantu kesejahteraan keluarga petani," katanya menjelaskan.

Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan sejak program MBG digulirkan maka banyak petani di sini mengembangkan aneka tanaman sayuran, seperti kacang panjang, kangkung, paria, oyong, ketimun, dan beras.

"Kita hasil panen tanaman itu ditampung oleh pengelola SPPG untuk program MBG," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan pihaknya menjamin untuk ketersediaan ikan tawar terpenuhi untuk permintaan SPPG.

"Kita memproduksi ikan tawar mencapai 4.089,15 ton per tahun dan jenis ikan terdiri dari ikan lele, nila, emas, gurame, patin, udang vaname dan bawal dengan menggulirkan perputaran uang 141 miliar rupiah," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.