Kemenperin Sulap Pisang Manggarai Timur NTT Jadi Keripik, Tepung Hingga Cookies!
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurutnya, optimalisasi sentra harus dimulai dengan pemetaan potensi bahan baku secara menyeluruh, mulai dari lokasi kebun, varietas pisang, musim panen, volume produksi, hingga produktivitas. Langkah tersebut penting agar perencanaan produksi dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, Reni memaksimalkan penguatan kemitraan antara pengelola sentra dengan petani, kelompok tani, koperasi, serta pemasok lokal guna memastikan kesinambungan pasokan bahan baku. Diversifikasi produk juga dinilai penting sebagai strategi mitigasi apabila terjadi gangguan pasokan komoditas tertentu.
Dirjen IKMA juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pengelola sentra melalui pembentukan organisasi yang jelas, penerapan standar operasional prosedur (SOP), sistem pemeliharaan mesin, pencatatan biaya operasional, serta pola kerja sama yang transparan dengan pelaku IKM pengguna fasilitas.
"Produk yang dihasilkan juga harus mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan memperhatikan aspek mutu, keamanan pangan, kemasan, legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga identitas khas Manggarai Timur," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pembangunan fisik, Sentra IKM Olahan Pisang Manggarai Timur juga memperoleh dukungan DAK Nonfisik untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan, teknik produksi, pengembangan produk, sertifikasi mutu, serta peningkatan kemampuan pengelolaan sentra.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA, Yedi Sabaryadi, menegaskan bahwa keberhasilan sentra IKM tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Sentra IKM harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, petani, pelaku usaha, hingga mitra pasar sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Sentra IKM Olahan Pisang, Kabupaten Manggarai Timur juga telah memperoleh dukungan pengembangan Sentra IKM Tenun melalui skema Dana Alokasi Khusus pada tahun 2016, 2017, dan 2018.
Yedi menilai industri tenun memiliki prospek yang besar karena tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional, tetapi juga memiliki peluang pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, inovasi produk perlu terus dioptimalkan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas daerah.
"Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi justru menjadi cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap hidup, diterima generasi muda, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!