Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anda Miliki Anak Perempuan? Kenali Faktor-faktor yang Bisa Memicu Menstruasi Dini

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 11:13 WIB | Oleh:
Anda Miliki Anak Perempuan? Kenali Faktor-faktor yang Bisa Memicu Menstruasi Dini Doc: ANTARA/Fikri Yusuf.
Ket. Dua anak perempuan bermain menggunakan papan seluncur di Denpasar, Bali, Minggu (20/4), dalam acara yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Kartini.

JAKARTA - Anak perempuan umumnya pertama kali mengalami menstruasi pada umur sekitar 12 tahun, tetapi ada pula anak-anak perempuan yang sudah mulai mengalaminya pada usia 10 tahun atau kurang menurut dokter kandungan.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (14/5), dokter ahli obstetri dan ginekologi Deepthi Ashwin dari Aster Whitefield Hospital di India menyampaikan bahwa awal menstruasi yang lebih dini pada anak perempuan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan gaya hidup.

Ia menjelaskan bahwa menstruasi pertama bisa terjadi lebih awal karena gabungan faktor seperti obesitas pada anak, genetik, ketidakseimbangan hormon, paparan zat kimia pengganggu hormon dari lingkungan, stres, dan gangguan neurologis tertentu.

Selain masalah gaya hidup, beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan pubertas dini.

Menurut dr. Ashwin, gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan kelenjar adrenal, kista ovarium, dan masalah langka pada otak termasuk kondisi yang dapat memicu perubahan hormonal dini.

Dokter Ashwin mengemukakan bahwa pubertas dini juga bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan tertentu.

Ia menyarankan pelaksanaan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi kesehatan yang mendasari munculnya tanda-tanda pubertas dini pada anak perempuan.

"Proses evaluasi meliputi penilaian pertumbuhan menggunakan tes hormon dan pemindaian usia tulang serta metode pencitraan khusus untuk kasus-kasus tertentu," katanya.

Ia menyampaikan bahwa penanganan masalah akan dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasari masalah kesehatan reproduksi pada anak perempuan.

"Sebagian besar kasus hanya memerlukan perubahan gaya hidup dan pengendalian berat badan, sementara beberapa anak membutuhkan pengobatan hormon," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.