Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aceh Matangkan Konsep Wisata Ramah Muslim Lewat Penguatan Empat Pilar

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aceh Matangkan Konsep Wisata Ramah Muslim Lewat Penguatan Empat Pilar Doc: ANTARA/ HO-Humas Disbudpar Aceh.
Ket. Arsip-Gambar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh di ambil lewat udara.

BANDA ACEH – Wisata ramah Muslim semakin menjadi daya tarik baru di industri pariwisata karena menawarkan kenyamanan bagi wisatawan tanpa mengurangi pengalaman berlibur.

Ketersediaan fasilitas seperti tempat ibadah, pilihan makanan halal, hingga akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan membuat destinasi terasa lebih inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Di sisi lain, pengembangan wisata ramah Muslim juga membuka peluang ekonomi yang besar bagi daerah.

Bukan hanya menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara, konsep ini turut mendorong pertumbuhan UMKM, kuliner halal, serta sektor jasa pariwisata.

Jika dikelola dengan baik, wisata ramah Muslim dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar pariwisata global.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh memperkuat empat pilar utama dalam sektor pariwisata di daerah itu guna mewujudkan destinasi wisata ramah Muslim yang unggul.

​"Pemerintah Aceh terus berupaya memperkuat daya tarik wisata yakni dengan memperbanyak atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan terbaik kepada seluruh pelancong," kata Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata & Ekonomi Kreatif Disbudpar Aceh, Ismail di Banda Aceh, Jumat (3/7).

​Ia menjelaskan bahwa empat pilar yang kerap disebut 4A yaitu Attraction, Accessibility, Amenities dan Ancillary, menjadi bagian paling penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata di Tanah Rencong.

​"Disbudpar Aceh juga gencar memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku pariwisata. Ini bertujuan agar setiap pelancong yang datang ke Aceh mendapatkan kesan positif saat kembali ke negara asal mereka," ujarnya.

​Menurut Ismail, kesan positif dari wisatawan terhadap beragam layanan dan keindahan destinasi di Aceh secara tidak langsung akan menjadi corong promosi yang efektif agar mereka mau berkunjung kembali ke Tanah Rencong.

​Saat ini, Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan 15 provinsi potensial di Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang berkualitas. Adapun provinsi yang dinilai paling potensial antara lain Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Jakarta.

Ia menyebutkan, ​Aceh telah beberapa kali menempati peringkat kedua pada ajang Pariwisata Ramah Muslim (Wisata Halal) edisi 2018, 2019 dan 2023.

Sementara pada tahun 2025, posisi Aceh berada di peringkat keempat, dengan mengantongi nilai yang sama dengan tahun 2023.

​Ismail menambahkan, penguatan empat pilar tersebut sejalan dengan visi dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Aceh (RIPKA) Tahun 2022-2037, yaitu menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata halal tingkat internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.