Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Piala Dunia, Beban Berat Dipikul Australia untuk Selamatkan Martabat Asia

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 07:15 WIB | Oleh:

Australia sangat disiplin dalam menyudutkan lawan ke area sayap yang kurang berbahaya dan sangat efektif dalam bertahan di dalam kotak penalti.

Socceroos akan membiarkan lawan asyik menyerang tapi begitu lawan kehilangan bola, mereka akan cepat berubah ke setelan menyerang dengan bertumpu pada kedua bek sayapnya, terutama Jordan Bos, dan Jackson Irvine di tengah, untuk mengeksploitasi ruang yang sudah terbuka.

Mereka lalu membidik penyerang bertubuh besar atau bahkan bek tengah tinggi perkasa yang bisa cepat berubah fungsi menjadi penyerang, seperti sering diperankan bek Harry Souttar, untuk mengeksekusi peluang gol dari serangan balik itu.

Gaya bermain ini sudah terbukti merepotkan Turki dan Paraguay, bahkan AS.

Mesir sendiri tak kalah pragmatis, karena sama-sama mengandalkan blok pertahanan garis rendah yang kokoh dan ketahanan fisik dalam menyerap tekanan lawan.

Begitu situasi defensif berubah menjadi ofensif, maka mereka akan cepat menyerang dengan mengandalkan kecepatan dan kreativitas Mohamed Salah dan Omar Marmoush.

Mesir tak tertarik mendominasi penguasaan bola di sepertiga terakhirnya, tapi sangat piawai mengeksekusi situasi bola mati di area itu.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk menyebut laga ini sebagai pertemuan dua tim pragmatis. Bedanya, Mesir dipenuhi lebih banyak pemain bintang, terutama Salah dan Marmoush, yang bisa cepat mengubah peluang sekecil apa pun menjadi kemenangan.

Mesir mungkin menjadi pemenang dalam laga ini, tapi kemenangan itu tak akan mudah didapatkan, seperti dialami AS pada fase grup.

Bila tak segera mencetak gol pada babak pertama, The Pharaohs akan berada dalam situasi sulit, yang bisa membuat mereka dihadapkan pada skenario adu penalti.

Tapi probabilitas Australia untuk bertemu Argentina atau Tanjung Verde di 16 besar juga tak bisa disebut rendah walau Socceroos kini berperingkat di bawah Mesir.

Fakta tim asuhan Tony Popovic itu bisa mengalahkan Turki dan menyulitkan AS pada babak kedua laga mereka di fase grup, menunjukkan Australia bisa menghentikan tim asuhan Hossam Hassan, yang memiliki xG di bawah Turki dan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Megapolitan
Tarif Baru TransBandara Blo...
Rona
Gal Gadot Konfirmasi Dikelu...
Ekonomi
DPR Sepakat Tetapkan Destry...
Advertisement
Luar Biasa, Delapan Komoditas Pangan Kini Telah Berhasil Swasembada

Luar Biasa, Delapan Komoditas Pangan Kini Telah Berhasil Swasembada

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.