Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Pamerkan Sagu Papua dan Pisang Mas Kirana di Markas FAO, Bukti Pertanian Cerdas Berkelanjutan

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Untuk memberikan pengalaman kuliner yang autentik, sagu yang digunakan selama acara tersebut dibawa langsung dari petani lokal di Indonesia, sebagai salah satu sumber daya pangan yang tahan perubahan iklim.

Hidangan pertama, papeda dengan sup ikan tuna kuning, menampilkan sagu, makanan pokok yang tahan perubahan iklim dari Indonesia Timur.

Disajikan dengan kaldu tuna yang harum yang diresapi kunyit dan rempah-rempah lokal, hidangan ini mencerminkan tradisi makanan yang kaya di wilayah tersebut dan sumber daya perairan yang berkelanjutan.

Hidangan utama lainnya adalah mi sagu goreng pedas, yang menunjukkan ragam olahan sagu sebagai sumber makanan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.

Untuk hidangan penutup, para tamu menikmati eurimoo, hidangan manis tradisional yang terbuat dari sagu dan pisang matang.

Hidangan penutup ini merayakan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya, termasuk pisang mas kirana dari Jawa Timur.

Setelah melihat proses memasak, para peserta diundang untuk mencicipi berbagai hidangan berbahan dasar sagu yang telah disiapkan. Para peserta yang mencicipi berbagai hidangan mengaku sangat terkesan dan terinspirasi.

"Harus saya akui meskipun saya tidak suka mie pada umumnya, tetapi saya terkejut bahwa saya bisa menyukai mie yang terbuat dari sagu ini. Rasanya segar, dan bisa disajikan sebagai salad, rasanya tidak terlalu berat,” ujar seorang peserta dari Rwanda.

Olahan mie sagu juga dipuji oleh peserta dari Jepang karena “keseimbangan rasa manis dan pedasnya”.

Sambutan hangat dari para peserta menunjukkan daya tarik luas masakan berbahan dasar sagu sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.

"Beragam hidangan khas Indonesia yang disuguhkan pada acara ini adalah wujud kemitraan jangka panjang antara pemerintah Indonesia, masyarakat setempat, dan FAO”, kata Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste

“Kami menggabungkan tradisi, inovasi, dan tindakan nyata untuk mewujudkan produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan penghidupan yang lebih baik untuk semua—tanpa meninggalkan siapa pun," ujarnya, menambahkan.

Di Desa Yoboi, Provinsi Papua, FAO dan Kementerian Pertanian RI mendukung komunitas lokal untuk memodernisasi pengolahan sagu, hingga dapat memangkas waktu produksi yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari menjadi hanya sekitar lima jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.