Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Bodong Kembali Marak, DPRD Jabar Minta Warga Jangan Tergiur Untung Cepat

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi Bodong Kembali Marak, DPRD Jabar Minta Warga Jangan Tergiur Untung Cepat Doc: Antara
Ket. Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana saat menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2).

Bandung - Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Jajang Rohana meminta masyarakat untuk waspada sebelum memutuskan berinvestasi, terutama di tengah maraknya kasus investasi bodong yang kembali mencuat.

Jajang mengatakan masyarakat perlu melakukan pengecekan kepada instansi berwenang sebelum menanamkan dana, serta tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Saat ini banyak penawaran investasi dengan janji keuntungan tinggi. Masyarakat harus teliti dan jangan langsung percaya. Pastikan legalitasnya terlebih dahulu,” ujar Jajang di Bandung, Kamis (26/2).

Jajang menegaskan salah satu langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat adalah memastikan perusahaan atau lembaga investasi telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Silakan cek langsung ke OJK atau melalui kanal resmi yang tersedia. Jangan sampai karena tergiur imbal hasil besar, justru merugikan diri sendiri dan keluarga,” katanya.

Ia menambahkan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan finansial, sehingga masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan agar memahami risiko serta mekanisme investasi yang benar.

“Luangkan waktu untuk memeriksa secara rinci sebelum mengambil keputusan. Prinsipnya sederhana, lebih baik waspada sejak awal daripada menyesal kemudian,” kata Jajang.

Menurut dia, investasi yang sehat umumnya menawarkan keuntungan wajar dengan skema transparan. Jika terdapat penawaran yang tidak masuk akal atau terkesan tertutup, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan pihak berwenang.

“Lebih baik meluangkan waktu untuk memeriksa legalitas dan skemanya secara rinci daripada menyesal di kemudian hari. Prinsipnya, waspada dan jangan terburu-buru,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.