Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkeu: 1,64 Juta Klaim JHT Nikmati Tarif Pajak 0 Persen

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Kemenkeu: 1,64 Juta Klaim JHT Nikmati Tarif Pajak 0 Persen Doc: RRI/Magdalena Krisnawati
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjawab kegelisahan sebagian masyarakat terkait pengenaan pajak dana Jaminan Hari Tua (JHT). Menurut catatan Kemenkeu, ketentuan tersebut bukanlah kebijakan baru karena sudah berlaku sejak lama melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16 Tahun 2010.

PMK itu mengatur pemberian fasilitas Tarif PPh Final sebesar 0 persen untuk pencairan manfaat JHT di masa pensiun. Insentif sebesar 0 persen berlaku untuk pencairan dana JHT dengan nominal sampai dengan Rp50 juta.

“Sedangkan yang dana JHT nya di atas 50 juta saat pencairan, akan dikenakan tarif PPh Final sebesar 5 persen. Dengan syarat, seluruh proses pencairan diselesaikan paling lama dalam waktu dua tahun Kalender sejak tangga pencairan pertama di masa pensiun,” tulis Kementerian Keuangan dalam siaran tertulis, Selasa (30/6).

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pembayaran klaim JHT periode Januari–Mei 2026 jumlahnya mencapai 1.723.910 klaim. Dari jumlah itu, sebanyak 1.645.469 klaim (95,45 persen) memiliki saldo di bawah Rp50 juta dengan tarif pajak 0 persen.

Sedangkan yang saldonya antara Rp50 hingga Rp100 juta sebanyak 2,9 persen, dikenakan PPh Final sebesar 5 persen. Saldo JHT di atas 100 juta jumlahnya hanya 1,65 persen, dikenakan pajak progresif.

Perlakuan berbeda untuk penarikan JHT oleh pekerja saat masih aktif bekerja. Mekanisme perpajakannya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Tarif Umum PPh Orang Pribadi yang berlaku.

Menurut Kemenkeu, kebijakan itu dimaksudkan untuk mendorong peserta JHT agar tidak menarik dana pensiunnya lebih awal sehingga peserta mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari program JHT.

Kemenkeu memastikan, iuran JHT yang disetor tiap bulan saat masih aktif bekerja, tidak dikenakan PPh. “Melalui skema ini, negara hadir memberikan keadilan, kemudahan, dan kesederhanaan bagi hari tua pekerja,” tulis Kemenkeu lagi dalam keterangannya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.