Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Tolak Rencana Prancis Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 06:45 WIB | Oleh:
Iran Tolak Rencana Prancis Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz Doc: antara foto
Ket. Pembersihan ranjau di selat Hormuz.

ISTANBUL - Iran pada Senin (29/6) menolak proposal yang didukung Prancis untuk bekerja sama dalam pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa berdasarkan nota kesepahaman Islamabad, operasi pembersihan ranjau di jalur air strategis tersebut akan dilakukan “sepenuhnya oleh Iran”, dan bukan oleh negara lain.

Ia mengatakan bahwa pengaturan paralel atau keterlibatan asing dalam operasi pembersihan ranjau tidak akan diizinkan, menekankan bahwa kondisi saat ini di selat tersebut masih “sensitif dan kompleks.”

“Kami menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” kata Gharibabadi di platform media sosial X.

Pernyataan tersebut disampaikan, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dalam sebuah unggahan X bahwa Prancis dan Oman telah memutuskan untuk bekerja sama, berkoordinasi dengan para mitra, dalam upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz.

Pembersihan tersebut bertujuan mengamankan jalur maritim dan memastikan jalur pelayaran yang “bebas dan tanpa syarat” melalui selat tersebut.

Macron mengumumkan rencana itu setelah melakukan pembicaraan bilateral dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, selama kunjungan resmi pertamanya ke Paris.

Teheran telah berulang kali menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi pembersihan ranjau, dan pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz, tetap berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai.

Ketetapan tersebut telah diatur berdasarkan Pasal 5 MoU Islamabad, yang ditandatangani secara daring oleh Teheran dan Washington pada 18 Juni lalu untuk memulihkan transit maritim dan menetapkan mekanisme navigasi sementara di jalur air strategis itu.

Selat Hormuz, salah satu titik krusial pelayaran minyak mentah dan gas alam cair global, masih menjadi pusat ketegangan regional sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada 28 Februari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.