Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasien Kebocoran Katup Jantung Kini Punya Pilihan Terapi Tanpa Operasi Dada Terbuka

📅 Senin, 29 Jun 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Pasien Kebocoran Katup Jantung Kini Punya Pilihan Terapi Tanpa Operasi Dada Terbuka Doc: Primaya Hospital
Ket. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi sekaligus Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA. Teknologi MitraClip kini hadir sebagai terapi minimal invasif untuk pasien kebocoran katup jantung berisiko tinggi, menawarkan alternatif selain operasi jantung terbuka.

JAKARTA – Primaya Hospital Kelapa Gading memperkuat layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan MitraClip, terapi minimal invasif untuk menangani kebocoran katup jantung atau mitral regurgitation (MR) pada pasien yang memiliki risiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka.

Kehadiran teknologi tersebut ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan prosedur MitraClip pertama di lingkungan Primaya Hospital Group melalui kegiatan Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation – The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital, Senin (29/6/2026).

MitraClip menjadi salah satu inovasi penting dalam penanganan penyakit jantung karena menawarkan alternatif terapi bagi pasien yang sebelumnya memiliki pilihan pengobatan terbatas akibat tingginya risiko operasi terbuka.

“Kebocoran katup mitral merupakan salah satu penyebab gagal jantung yang dapat menurunkan kualitas hidup sekaligus meningkatkan risiko kematian apabila tidak ditangani secara tepat,” kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi sekaligus Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, melalui keterangannya pada hari Senin (29/6).

Berdasarkan berbagai studi, prevalensi mitral regurgitation derajat sedang mencapai sekitar 6,3 persen, sedangkan kasus berat sekitar 1,7 persen. Pada pasien dengan kebocoran katup berat, angka kematian dalam lima tahun dapat mencapai 68 persen, dengan risiko kematian 2,36 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa kelainan tersebut.

Namun, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut. Keluhan seperti sesak napas, mudah lelah, maupun pembengkakan pada tungkai kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau kelelahan biasa sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

dr. Yoga mengatakan,  keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kebocoran katup jantung di Indonesia. Banyak pasien datang ketika keluhan sudah berat, padahal gejala bukanlah penentu utama kapan tindakan harus dilakukan.

“Ketika pasien mulai mengalami sesak saat beraktivitas, mudah lelah, atau kaki mulai bengkak, sebaiknya segera memeriksakan diri. Semakin dini kebocoran katup diketahui, semakin besar peluang memberikan terapi yang optimal sebelum fungsi jantung mengalami penurunan," ujarnya.

Dalam prosedur perdana tersebut, tim dokter menangani seorang pasien berusia 72 tahun yang mengalami kebocoran katup mitral berat. Pasien diketahui telah berulang kali mengalami gagal jantung dengan kemampuan pompa jantung yang tersisa sekitar 25 persen, sehingga risiko menjalani operasi jantung terbuka dinilai sangat tinggi.

Sebagai alternatif, tim medis memilih melakukan tindakan MitraClip. Prosedur ini dilakukan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lipat paha tanpa harus membuka rongga dada. Sebuah alat berbentuk klip dipasang pada katup mitral yang bocor untuk membantu mengurangi aliran darah yang tidak normal sehingga fungsi jantung menjadi lebih baik.

Dibandingkan operasi konvensional, prosedur tersebut memiliki sejumlah keunggulan, antara lain risiko tindakan yang lebih rendah, waktu prosedur yang relatif singkat, masa rawat inap sekitar dua hingga tiga hari, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat.

Menurut Prof. Yoga, MitraClip menjadi harapan baru terutama bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yakni kebocoran katup yang muncul akibat gangguan fungsi jantung, bukan karena kerusakan struktur katup. Sebelumnya, kelompok pasien ini memiliki pilihan terapi yang sangat terbatas karena tingginya risiko operasi.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, mengatakan kehadiran MitraClip merupakan bagian dari upaya rumah sakit menghadirkan layanan jantung struktural berstandar internasional di Indonesia.

"Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat hingga tindakan intervensi yang kompleks,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.