Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Punya “Chef” Bersertifikat, SPPG di Bogor Tingkatkan Penerima MBG

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 13:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Punya “Chef” Bersertifikat, SPPG di Bogor Tingkatkan Penerima MBG Doc: ANTARA
Ket. Para relawan sedang memorsi sayur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Jogjogan Silma 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, perlahan mendapatkan peningkatan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) semenjak juru masak atau chef memiliki sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2 Didin mengemukakan, selain chef yang telah tersertifikasi BNSP, penambahan jumlah penerima juga dilakukan setelah dapur dinilai siap dari sisi teknis dan kualitas layanan.

"Awalnya kami melayani 1.670 penerima manfaat. Karena chef kami sudah bersertifikat, kapasitas bisa ditingkatkan. Sekarang sudah mencapai 2.916 penerima manfaat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (03/5).

Didin menjelaskan sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025 peningkatan kapasitas layanan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas produksi dan standar operasional.

Dari sisi implementasi, lanjut dia, program MBG di SPPG tersebut juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Dukungan sekolah dan orang tua dinilai berperan dalam mempercepat penerimaan program, seiring tingginya kebutuhan pemenuhan gizi anak.

Antusiasme tersebut juga terlihat dari pengalaman di lapangan. Didin menyebut adanya siswa yang tetap ingin hadir ke sekolah meski dalam kondisi kurang sehat demi mengikuti program MBG.

"Antusiasnya luar biasa. Bahkan, ada siswa yang sedang sakit tetap ingin masuk sekolah karena ingin mendapatkan MBG," tuturnya.

Selain berdampak pada peserta didik, keberadaan SPPG juga memberikan efek sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal ini tercermin dari tingginya minat warga untuk terlibat sebagai relawan dapur.

Pada tahap awal rekrutmen, jumlah pendaftar mencapai sekitar 100 orang, sementara kebutuhan tenaga kerja hanya sekitar 47 orang. Untuk mengakomodasi hal tersebut sebagian tenaga kerja dialokasikan ke dapur lain di wilayah sekitar.

"Peminatnya banyak, sekitar 100 orang, sementara kebutuhan hanya 47. Kami upayakan tetap ada pemerataan dengan dapur lain," ucap Didin.

Ia menegaskan program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi relawan yang terlibat dalam operasional dapur.

"Ada relawan yang sebelumnya serabutan, sekarang lebih stabil. Bahkan, ada yang sampai bisa menikah sejak bekerja di SPPG," tuturnya.

Ke depan Didin berharap program MBG dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia juga berpesan kepada seluruh relawan SPPG agar tetap menjaga integritas dan rasa kemanusiaan dalam setiap porsi MBG yang disajikan kepada penerima manfaat.

"Harapan saya program ini terus berjalan, karena sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan. Kuncinya satu, selama kita bisa memanusiakan manusia, insya Allah, pekerjaan kita akan lancar," kata Didin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Benyamin S Award untuk Tingkatkan Kinerja Kelurahan

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
SEJARAH

4.000 Artefak Terkumpul dari Proyek MRT

57 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
4.000 Artefak Terkumpul dar...
Nasional
Pelantikan Wakil Panglima TNI
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.