Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penutupan Selat Hormuz Guncang Dunia, Tiongkok Justru Jadi Pemenang Terbesar

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Penutupan Selat Hormuz Guncang Dunia, Tiongkok Justru Jadi Pemenang Terbesar Doc: Istimewa
Ket. Tiongkok terus mempercepat transisi menuju energi bersih. Sepanjang 2025, negara itu memasang pembangkit listrik tenaga surya baru berkapasitas 315 gigawatt, lebih dari separuh total penambahan kapasitas surya dunia. Pemerintah Tiongkok juga menargetkan setengah kebutuhan energinya berasal dari sumber non-fosil pada 2030.

BEIJING - Ketika sebagian besar negara Asia berjibaku menghadapi lonjakan harga energi akibat krisis di Selat Hormuz, Tiongkok justru dinilai berada pada posisi paling menguntungkan. Cadangan minyak yang besar serta pesatnya pengembangan energi terbarukan membuat Negeri Tirai Bambu mampu meredam dampak krisis, bahkan berpeluang meraih keuntungan ekonomi.

Kesimpulan tersebut disampaikan dalam laporan terbaru lembaga riset Asia Group. Menurut laporan itu, Tiongkok menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu melewati gejolak energi global dengan relatif aman setelah jalur pelayaran Selat Hormuz terganggu akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sejak Iran menghentikan sebagian besar lalu lintas ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz menyusul operasi militer Amerika Serikat dan Israel, harga energi dunia melonjak tajam. Kawasan Asia menjadi yang paling terdampak karena sebelum krisis, sekitar 80 persen minyak dan hampir 90 persen gas alam cair yang melintasi selat tersebut dikirim ke negara-negara Asia.

Namun kondisi itu tidak terlalu mengguncang Tiongkok. Selama bertahun-tahun Beijing telah membangun cadangan minyak strategis dalam jumlah besar. Hingga awal 2026, stok minyak Tiongkok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan impor selama lebih dari 100 hari.

Di sisi lain, Tiongkok terus mempercepat transisi menuju energi bersih. Sepanjang 2025, negara itu memasang pembangkit listrik tenaga surya baru berkapasitas 315 gigawatt, lebih dari separuh total penambahan kapasitas surya dunia. Pemerintah Tiongkok juga menargetkan setengah kebutuhan energinya berasal dari sumber non-fosil pada 2030.

Tak hanya lebih tahan terhadap gejolak energi, China juga diperkirakan menikmati lonjakan permintaan global terhadap produk energi bersih. Ekspor kendaraan listrik asal Tiongkok tercatat melonjak lebih dari 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengiriman panel surya juga meningkat tajam.

Laporan tersebut juga menilai krisis ini memberi keuntungan diplomatik bagi Beijing. Tiongkok dapat memperkuat citranya sebagai pihak yang menyerukan stabilitas, sementara keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Timur Tengah dinilai memperburuk ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa Beijing tetap menghadapi sejumlah risiko. Ketidakstabilan kawasan Timur Tengah masih dapat mengganggu perdagangan global, sementara konflik tersebut juga menjadi pelajaran penting mengenai tantangan operasi militer di wilayah yang dipenuhi ancaman, termasuk jika suatu saat Tiongkok menghadapi skenario konflik di Selat Taiwan.

Meski masih dibayangi berbagai risiko, Asia Group menyimpulkan bahwa dibandingkan negara-negara Asia lainnya, Tiongkok berada pada posisi paling siap menghadapi krisis dan bahkan berpeluang memanfaatkan perubahan tatanan ekonomi global yang muncul akibat konflik di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Olahraga
Memphis Depay Murka, Tuduh ...
Olahraga
Bundesliga Pertahankan 50+1...
Ekonomi
Aspal Impor Ditekan, Indust...
Ekonomi
Manufaktur Diperkuat, Keyak...
Daerah
Mahasiswa ITS Rancang Sanit...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.