Raksasa Otomotif Dunia Goyah! 100 Ribu Pekerja VW Terancam Depak Imbas Laba Anjlok Parah
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 20:56 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Produsen otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen (VW), tengah mempertimbangkan rencana restrukturisasi besar-besaran yang diproyeksikan akan berdampak pada sedikitnya 100.000 pekerja di seluruh dunia, Jumat (26/6).
Diwartakan Carscoops, Jumat (26/6) waktu setempat, VW telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk memangkas biaya, tetapi upaya penghematan berikutnya dapat membuat langkah sebelumnya seperti mencoba mendapatkan bentuk usaha yang lebih ideal pada musim panas mendatang.
Lebih dari itu, strategi diduga mencakup penutupan pabrik, pengurangan pengeluaran investasi, pemangkasan administrasi besar-besaran, dan bahkan perubahan pada cara seluruh Grup Volkswagen diorganisasikan.
Jika rencana diterapkan, maka akan menjadi salah satu perombakan paling signifikan dalam sejarah perusahaan yang berdiri pada 1937 itu.
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Manager Magazin dan kemudian diliput oleh media lain, termasuk Reuters. Menurut laporan tersebut, CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz sedang mempertimbangkan langkah-langkah drastis untuk membuat perusahaan lebih ramping menyusul penurunan laba sebesar 44 persen pada tahun 2025 dan persaingan yang semakin ketat.
Salah satu klaim yang paling menarik perhatian adalah kemungkinan bahwa empat pabrik di Jerman pada akhirnya akan menghentikan produksi kendaraan sepenuhnya.
Fasilitas yang dilaporkan berada di bawah tekanan adalah pabrik Volkswagen di Hanover, Emden, dan Zwickau, bersama dengan pabrik Audi di Neckarsulm.
Alih-alih penutupan langsung, produksi dilaporkan akan berakhir setelah program kendaraan saat ini mencapai akhir siklus hidupnya.
Perombakan yang diusulkan dilaporkan tidak hanya berhenti pada sektor manufaktur, manajemen juga dikabarkan sedang menjajaki reorganisasi yang dapat memisahkan merek inti VW dan bisnis komponennya menjadi entitas yang berdiri sendiri.
Hingga kini VW belum mengonfirmasi detail yang menjadi buah bibir, namun seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada media bahwa diskusi sedang berlangsung melalui saluran tata kelola yang sesuai dan mengatakan bahwa “seluruh grup…harus menjalani perubahan yang luas” untuk tetap kompetitif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!