Perkuat Transformasi Pariwisata, InJourney Percepat Konsolidasi Hotel BUMN
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 11:33 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasJAKARTA – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mentransformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah anak usahanya yakni PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality).
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan bagwa langkah strategis ini merupakan bagian dari mandat pemegang saham untuk membangun sektor perhotelan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu meningkatkan nilai aset negara sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
"Konsolidasi ini bukan sekadar penyatuan aset hotel, tetapi merupakan langkah transformasi untuk membangun fondasi industri hospitality Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global,” katanya dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu.
Maya menambahkan melalui InJourney Hospitality, pihaknya ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur, mengangkat keunggulan heritage Indonesia sebagai diferensiasi yang ditawarkan untuk pelanggan, serta menciptakan value creation yang berkelanjutan.
Transformasi tersebut memasuki tonggak penting melalui rangkaian penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang dilaksanakan pada 11 Juni 2026 dan dilanjutkan pada 26 Juni 2026. Kedua tahapan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun sektor perhotelan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebagai Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berperan melakukan orkestrasi dan mengakselerasi transformasi ekosistem pariwisata nasional," kata Maya.
Dalam upaya tersebut, katanya, InJourney Hospitality menjadi entitas yang memimpin pengelolaan portofolio hotel BUMN untuk menghadirkan pengalaman hospitality berstandar global yang mengedepankan kekayaan budaya dam karakter khas Indonesia.
Tahap awal konsolidasi dimulai melalui penandatanganan CSPA pada 11 Juni 2026, yang mencakup pengalihan unit bisnis hotel milik InJourney Group kepada InJourney Hospitality, yaitu The Manohara Hotel, Pullman Mandalika, serta lima hotel bandara yang dikelola oleh IAS Group.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat PT Hotel Indonesia Properti (HIPRO) sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan portofolio hotel di lingkungan InJourney Group.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan pada 26 Juni 2026 melalui penandatanganan CSPA bersama sembilan BUMN, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk Group, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Group, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Group, PT Hutama Karya (Persero) Group, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Group, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Group, PT Waskita Karya (Persero) Tbk Group, serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Group.
Tahapan ini mencakup proses pengambilalihan aset, pemisahan usaha, serta pengambilalihan saham unit bisnis hotel sebagai bagian dari konsolidasi Hotel BUMN.
"InJourney percaya bahwa transformasi sebesar ini hanya dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong. Dengan kolaborasi yang erat antar seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis konsolidasi Hotel BUMN akan menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata nasional yang semakin kuat, memberikan pengalaman kelas dunia bagi pelanggan, serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia," tutup Maya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!