Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kontroversi Kasus YTR Memanas! Hotman Paris Serang Pernyataan Komnas Perempuan, Minta DPR dan Presiden Bertindak

4 Minggu, 28 Jun 2026, 10:45 WIB | Oleh:

Sebelumnya, Komisioner Komnas Perempuan Sondang Frishka Simanjuntak menjelaskan bahwa lembaganya mengacu pada definisi dalam Konvensi Menentang Penyiksaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Convention Against Torture/CAT).

Menurutnya, dalam konvensi tersebut suatu tindakan baru dapat dikategorikan sebagai penyiksaan apabila memenuhi sejumlah unsur, bukan hanya adanya penderitaan fisik atau mental yang berat.

Salah satu unsur yang harus dipenuhi adalah adanya keterlibatan negara, baik secara langsung maupun dalam bentuk pembiaran atau kegagalan memberikan perlindungan kepada korban.

Karena proses penyelidikan masih berlangsung, Komnas Perempuan menilai belum dapat menyimpulkan seluruh unsur tersebut telah terpenuhi dalam kasus YTR.

Meski demikian, Sondang menegaskan kemungkinan penggunaan istilah penyiksaan tetap terbuka apabila nantinya ditemukan fakta yang menunjukkan adanya pengabaian atau keterlibatan negara dalam kasus tersebut.

Komnas Perempuan Tetap Minta Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Walaupun belum menggunakan istilah penyiksaan berdasarkan definisi konvensi internasional, Komnas Perempuan menegaskan kasus YTR merupakan dugaan kekerasan berat yang harus diproses secara serius.

Lembaga tersebut meminta penyidik melakukan visum secara menyeluruh agar seluruh luka dan dampak kekerasan yang dialami korban dapat dibuktikan secara medis.

Selain itu, aparat penegak hukum juga didorong untuk mempertimbangkan penerapan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) apabila ditemukan unsur yang memenuhi ketentuan hukum.

Kasus YTR Masih Bergulir

Hingga kini, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR masih dalam proses penyidikan. Korban dilaporkan mengalami luka fisik yang serius serta trauma mendalam setelah diduga mengalami kekerasan dalam kurun waktu yang panjang.

Sementara itu, Taufik Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain agar seluruh dugaan perbuatan yang dilakukan tersangka dapat diproses secara menyeluruh.

Di tengah bergulirnya proses hukum, polemik mengenai penggunaan istilah penyiksaan masih menjadi perhatian publik. Sebagian pihak menilai perbedaan definisi hukum penting dalam proses penegakan hukum, sementara yang lain berpendapat perhatian utama seharusnya tetap difokuskan pada pemulihan korban serta pemberian hukuman yang setimpal kepada pelaku apabila seluruh dakwaan terbukti di pengadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Malaysia Benar-benar Menggu...
Megapolitan
Cari Solusi Problem Kota-ko...
Luar Negeri
Cadangan Gas Eropa Terendah...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.