Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Situbondo Manfaatkan Truk Tangki PDAM-PMI Distribusi Air Bersih

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Situbondo Manfaatkan Truk Tangki PDAM-PMI Distribusi Air Bersih Doc: ANTARA
Ket. Foto arsip —Petugas BPBD Situbondo, Jawa Timur, saat mendistribusikan air bersih.

SITUBONDO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur akan memanfaatkan truk tangki milik PDAM dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk pendistribusian air bersih pada musim kemarau panjang, karena BPBD hanya memiliki satu armada truk tangki.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, di Situbondo, Kamis (16/4), mengemukakan dari dua armada truk tangki milik BPBD hanya satu unit yang bisa beroperasi menyuplai air bersih ke wilayah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

"Yang kami lakukan saat ini berkoordinasi dengan PDAM dan PMI meminta dukungan pendistribusian air bersih ke titik-titik terdampak musim kemarau yang setiap tahun mengalami kekurangan air bersih," ujar dia.

Timbul menceritakan seperti tahun sebelumnya dalam pendistribusian air bersih ke wilayah kekurangan air bersih dibantu menggunakan truk tangki milik PDAM dan PMI setempat.

Pemkab Situbondo, lanjut dia, saat ini juga telah mempersiapkan proposal permohonan bantuan truk tangki untuk menyuplai air bersih dan akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.

"Kami juga mempersiapkan langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun ini serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Timbul Surjanto.

Dia menambahkan ada sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.

"Untuk titik-titik potensi dampak kemarau panjang seperti kekeringan dan kekurangan air bersih di Situbondo, kami masih mengacu data tahun lalu dan kami akan terus antisipasi," katanya.

Data BPBD Situbondo menyebutkan ada delapan titik rawan kekeringan dan kekurangan air bersih tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Suboh, Arjasa, Banyuputih dan Jatibanteng.

Rinciannya, tiga titik di Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), satu titik di Dusun Sokaan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng), dua titik di Dusun Leduk dan Dusun Bendera, di Desa Sumberejo (Kecamatan Banyuputih), dan dua titik di Dusun Polay dan Dusun Bendusa, Desa Jatisari (Kecamatan Arjasa).

Untuk jumlah penduduk yang mengalami kekurangan air bersih di delapan titik tersebar di empat kecamatan itu mencapai sekitar 6.824 jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Ekonomi
Dieng Culture Festival 2026...
Ekonomi
Tanah Laut Ubah Sampah Jadi...
Rona
Marvel Studios Siapkan Film...
Megapolitan
Dinkes: Wabah ISPA Ancam Du...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.