Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Ubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi Wisata

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 16:37 WIB | Oleh:

Thailand, Filipina, Jepang, dan Korea Selatan juga menunjukkan perkembangan positif, mencerminkan investasi yang lebih luas dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih inklusif di Asia.

Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya destinasi yang semakin terdigitalisasi dengan teknologi seperti e-visa, biometric border systems, chatbot berbasis AI, asisten perjalanan digital, real-time translation, dan pengelolaan smart destination yang membantu mempermudah perjalanan serta mengurangi ketidakpastian sepanjang perjalanan.

Dari Kesiapan Destinasi ke Aktivasi Destinasi

GMTI 2026 juga memperkenalkan Destination Activation Stack, sebuah model strategis yang mengintegrasikan tiga kerangka: yakni ACES, yang mengukur kesiapan dasar sebuah destinasi. RIDA, yang menilai pengalaman perjalanan yang bertanggung jawab, imersif, digital, dan terjamin; serta TRUST yang mengevaluasi sinyal-sinyal yang mampu mengubah minat menjadi pemesanan.

Secara keseluruhan, kerangka-kerangka ini mencerminkan bagaimana pariwisata ramah Muslim terus berevolusi. Destinasi kini tidak lagi dinilai hanya dari ada atau tidaknya layanan dasar seperti makanan halal dan fasilitas ibadah. Lebih dari itu, destinasi juga harus menunjukkan bahwa layanan tersebut mudah diakses, terlihat dengan jelas, dapat diandalkan, mudah ditemukan secara digital, serta selaras dengan ekspektasi wisatawan terhadap keamanan, keberlanjutan, inklusivitas, dan kualitas pengalaman wisata.

“Di tengah volatilitas global yang menggeser permintaan perjalanan ke koridor ‘satu benua’ yang lebih dekat, aman, dan lebih dapat diprediksi, perubahan destinasi untuk menjadi agile menjadi semakin penting,” kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip.

Ia menerangkan, wisatawan modern menginginkan kepastian sebelum berangkat dan makin banyak di antara mereka yang menyerahkan proses verifikasi itu kepada intelligent system. Hal ini menuntut adanya pergeseran struktural dari kesiapan destinasi yang bersifat pasif menuju aktivasi destinasi yang lebih aktif.

“Integrasi kerangka ACES, RIDA, dan TRUST ke dalam Destination Activation Stack menghadirkan peta jalan yang fleksibel dan multidimensi bagi otoritas pariwisata untuk membangun ketahanan secara real-time, memperkuat kepercayaan konsumen, serta menjaga daya saing pasar untuk jangka Panjang,” paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Mulai September, Spotify Munculkan Lencana “AI Persona” untuk Tandai Identitas Artis Berbasis AI

Mulai September, Spotify Munculkan Lencana “AI Persona” untuk Tandai Identitas Artis Berbasis AI

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.