Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AI Ubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi Wisata

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 16:37 WIB | Oleh:

“Perjalanan wisata Muslim kini mengalami pergeseran yang ditopang oleh kepercayaan digital, kemudahan akses, serta kebutuhan akan kepastian yang lebih besar di setiap tahap perjalanan,” ujar Aisha Islam, Senior Vice President, Customer Solutions Center, Asia Tenggara, Mastercard pada hari Jumat (26/6).

Ia menuturkan, ketika AI semakin terintegrasi dengan perencanaan perjalanan, destinasi dan pelaku bisnis perlu memastikan informasi terpercaya, sistem pembayaran yang aman, serta layanan ramah Muslim semakin lebih mudah ditemukan dan dimanfaatkan. Bagi Asia Tenggara, ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai koridor perjalanan yang terhubung, inklusif, dan didukung teknologi digital.

Perjalanan yang Lebih Aman dan Lebih Dekat

Di tengah volatilitas global, permintaan terhadap perjalanan wisata Muslim tetap tangguh,namun perilaku wisatawan mulai berubah. Kenaikan biaya bahan bakar, ketegangan geopolitik, gangguan airspace, dan kekhawatiran keamanan mendorong lebih banyak wisatawan memilih destinasi yang lebih dekat, lebih aman, dan lebih dapat diprediksi.

GMTI 2026 mengidentifikasi pergeseran ini sebagai mobilitas “satu benua”, di mana ketika wisatawan menyesuaikan rencana perjalanan alih-alih membatalkannya sepenuhnya. Daripada bergantung pada rute jarak jauh yang harus melewati pusat transit yang kompleks, banyak wisatawan kini memilih tujuan regional yang menawarkan stabilitas lebih tinggi, hambatan lebih rendah, dan tingkat kepercayaan yang lebih kuat.

Bagi wisatawan Muslim Asia, Asia Tenggara muncul sebagai koridor operasional utama untuk tahun 2026, didukung oleh kedekatan dengan pasar utama, konektivitas udara yang kuat, ekosistem halal yang sudah terbangun, serta daya tarik budaya yang kuat.This momentum is also reflected in this year’s GMTI Awards, where Mindanao in the Philippines was recognized as the Most Promising Muslim-friendly Region (Non-OIC), while Jawa Barat in Indonesia was highlighted as the Most Promising Muslim-friendly Region (OIC), underscoring the region’s growing depth beyond traditional hubs.

Momentum ini juga tercermin dalam GMTI Awards 2026, ketika Mindanao di Filipina dinobatkan sebagai Most Promising Muslim-friendly Region (Non-OIC), sementara Jawa Barat di Indonesia mendapat sorotan sebagai Most Promising Muslim-friendly Region (OIC), menegaskan makin kuatnya kedalaman potensi kawasan ini di luar pusat-pusat destinasi tradisional.

Seiring perjalanan intra-ASEAN terus meningkat, destinasi-destinasi regional memiliki peluang untuk memenuhi preferensi wisatawan yang terus berkembang melalui penguatan infrastruktur digital, layanan ramah Muslim yang lebih mudah ditemukan, serta pengalaman pembayaran yang lancar.

Asia dan Asia Tenggara Sebagai Pusat Pertumbuhan

Asia tetap menjadi pusat perjalanan wisata Muslim yang didatangi hampir 128 juta wisatawan Muslim dan mengalami penetrasi pasar sebesar 20,8 persen. Bagi wisatawan Muslim Asia, Asia Tenggara muncul sebagai koridor utama pada 2026, didukung oleh kedekatan dengan pasar sumber utama, konektivitas regional yang kuat, serta infrastruktur ramah Muslim yang telah mapan.

Malaysia mempertahankan posisinya sebagai Top Muslim-friendly Destination of the Year untuk kesebelas kalinya secara berturut-turut dengan skor 83, sekaligus memperkuat posisinya di sektor wisata halal, layanan ramah Muslim, destination marketing dan agenda Visit Malaysia 2026.

Indonesia naik tiga peringkat ke posisi kedua bersama Türkiye dan Arab Saudi, masing-masing dengan skor 79, didukung oleh upaya pemerintah yang diperkuat, penyelenggaraan berbagai ajang halal berskala besar, serta investasi berkelanjutan dalam kesiapan destinasi yang inklusif.

Di antara destinasi non-OIC, Singapura tetap menempati posisi pertama dan berada di peringkat ke-11 secara global dengan skor 73, didukung oleh ekosistem kuliner halal, standar keamanan yang kuat, lingkungan multikultural, dan infrastruktur smart destination. Hong Kong naik ke posisi kedua di antara destinasi non-OIC, sementara Taiwan dan Britania Raya berbagi posisi ketiga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenbud Laksanakan Revitalisasi 159 Aset Budaya

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenbud Laksanakan Revital...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
Ekonomi
Rahasia Panen Ikan Air Tawa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.