Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Sebut Risiko Global Ebola Tetap Rendah setelah Kasus Pertama di Prancis

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh:
WHO Sebut Risiko Global Ebola Tetap Rendah setelah Kasus Pertama di Prancis Doc: Antara
Ket. Petugas medis mengantar seorang pasien Ebola ke pusat perawatan Ebola di Mongbwalu, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, pada 20 Juni 2026.

JENEWA – Direktur Jendral WHO (World Health Organization), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Rabu (24/6), mengatakan, risiko global  dari wabah Ebola mematikan yang berpusat di Republik Demokratik Kongo (Democratic Republic of the Congo/DRC), “tetap rendah”,  setelah sebuah kasus dikonfirmasi di Prancis.

Pada tanggal 24 Juni, Prancis mengumumkan kasus Ebola pertama yang terkonfirmasi di wilayahnya: seorang dokter yang baru saja kembali dari Republik Demokratik Kongo, yang sedang berjuang melawan wabah besar.

Kasus ini adalah kasus pertama demam berdarah mematikan yang teridentifikasi di luar benua Afrika selama wabah saat ini, yang juga telah memengaruhi Uganda.

Tedros memperingatkan agar tidak bereaksi berlebihan terhadap kasus tersebut – kasus pertama yang pernah terdeteksi di Prancis.

“Tidak perlu panik,” katanya, seraya menegaskan bahwa “risiko bagi seluruh dunia rendah”.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kasus tersebut berfungsi sebagai "pengingat akan risiko yang dihadapi oleh petugas garda terdepan".

“Hampir 80 petugas kesehatan telah terinfeksi, hal ini menyoroti risiko yang mereka hadapi dan pentingnya memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi,” ujarnya.

Kasus yang dikonfirmasi pada 24 Juni tersebut melibatkan seorang dokter yang bekerja dengan Aliansi untuk Aksi Medis Internasional, kata organisasi non-pemerintah tersebut.

Pasien tersebut "naik penerbangan komersial dari Kinshasa dan hampir tidak menunjukkan gejala apa pun – kecuali sakit kepala," kata Kementerian Kesehatan Prancis.

Kondisi pasien "sedikit memburuk selama penerbangan", dan segera diisolasi serta dirawat setelah mendarat di Paris, bahkan sebelum penyakit itu secara resmi diidentifikasi, tambah kementerian tersebut.

Pasien tersebut dalam "kondisi stabil" dan kadar virusnya "sangat rendah," demikian pernyataan tersebut.

Upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi kontak potensial.

WHO menyarankan negara-negara untuk "mendukung pengerahan personel yang aman dalam menanggapi wabah ini," kata Tedros.

“Ini termasuk memastikan bahwa organisasi yang mengerahkan staf memberikan informasi yang jelas tentang risiko, cara mengurangi dan mengelola risiko paparan, dan bahwa negara-negara siap memfasilitasi evakuasi jika diperlukan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Segera Susun Peta Jalan Tek...
Luar Negeri
Iran Memperingatkan agar Ti...
Luar Negeri
AS Siapkan Berbagai Opsi Ji...
Luar Negeri
Kelangkaan Plastik Dorong H...
Nasional
RI Diminta Percepat Relokas...
Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.