Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Suntik Dana Rp400 Triliun ke Himbara, Likuiditas Perbankan Diperkuat untuk Dongkrak Kredit UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 19:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Purbaya Suntik Dana Rp400 Triliun ke Himbara, Likuiditas Perbankan Diperkuat untuk Dongkrak Kredit UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Doc: Antara
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6).

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan kembali menempatkan dana pemerintah hingga Rp400 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna memperkuat likuiditas perbankan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah menerima banyak masukan dari bank-bank pelat merah yang mulai mengalami tekanan likuiditas dalam beberapa bulan terakhir.

Purbaya menjelaskan, sebelumnya dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) mencapai sekitar Rp590 triliun. Pada 2025, pemerintah sempat menempatkan sekitar Rp300 triliun di Himbara. Namun, sebagian dana tersebut telah ditarik kembali sehingga tersisa sekitar Rp170 triliun.

Selanjutnya, pemerintah kembali meningkatkan penempatan dana menjadi sekitar Rp200 triliun. Hingga akhir tahun, pemerintah akan menambah penempatan dana dalam dua tahap, masing-masing sekitar Rp100 triliun, sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara mencapai Rp400 triliun.

"Di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah. Tadinya Rp200 triliun, saya tambah Rp100 triliun. Nanti ada yang Rp100 triliun, Rp75 triliun. Rp100 triliun lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita," kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Purbaya, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga sehingga penyaluran kredit kepada dunia usaha dan masyarakat tidak terganggu.

Ia menilai, terjaganya aktivitas ekonomi akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

"Kalau ekonominya melambat, orang takut investor keluar. Kalau kita balik kan, prospek ekonomi balik lagi, akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari. Akibatnya rupiah akan menguat lagi, itu teorinya," ujarnya.

Purbaya juga mengungkapkan telah bertemu dengan para direktur utama bank-bank Himbara pada Jumat (26/6). Menurutnya, para pimpinan bank menyambut positif keputusan pemerintah tersebut karena dinilai mampu memberikan ruang likuiditas yang lebih besar bagi sektor perbankan.

"Mereka datang ke tempat rapat tadi deg-degan, udah mau marah segala macam. Begitu saya kasih begitu, ya mereka happy," katanya.

Kebijakan penambahan dana pemerintah di Himbara sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan bank-bank milik negara tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan lebih besar dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Perbankan Patriotik"

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan Presiden memperkenalkan paradigma baru agar Himbara menjadi "perbankan patriotik", yakni bank yang mampu mendorong pemerataan ekonomi sekaligus tetap menjalankan bisnis secara sehat.

"Presiden menekankan paradigma baru mengenai peran Himbara di masa depan. Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik," ujar Qodari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
    Preview komentar:
    Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR ...
  • El Nino Ancam Produksi Pangan, Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani Perlu Diperkuat
    Preview komentar:
    Sejalan dengan rekomendasi penerapan climate-smart agriculture yang didorong ...
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Belum Pernah Terjadi, AS Ra...

Investor Cermati Pidato Presiden, IHSG Bergerak Datar

31 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Investor Cermati Pidato Pre...
Nasional
Dekorasi Hari Kemerdekaan d...

GPM menyemarakkan HUT RI di Aceh

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
GPM menyemarakkan HUT RI di...

Lembang Street Carnival 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Lembang Street Carnival 2026

Jogja Fashion Week 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Jogja Fashion Week 2026
Luar Negeri
Nama Trump Kembali Dipasang...
Nasional
Bea Cukai gagalkan penyelun...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.