Jangan Anggap Sepele! Kesepian Bisa Mempengaruhi Kesehatan Otak, Berdampak pada Kesejahteraan Mental
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: verywellmind.com
JAKARTA - Kesepian sering dipandang sebagai tantangan emosional, tetapi dampaknya dapat melampaui kesejahteraan mental.
Kesepian kronis dan isolasi sosial bisa mempengaruhi kesehatan otak, dapat berdampak pada memori, fungsi kognitif, dan kondisi neurologis jangka panjang.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (25/6), Dr. Kunal Bahrani selaku Ketua Grup Neurologi Rumah Sakit Yatharth di India menyampaikan peran penting koneksi sosial bagi kesehatan otak.
Ia mengatakan bahwa interaksi sosial teratur bisa membantu merangsang kognisi, mengatur emosi, dan menjaga respons stres yang sehat.
"Ketika seseorang mengalami kesepian yang berkepanjangan, otak dapat tetap dalam keadaan kewaspadaan tinggi, yang menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seiring waktu, ini dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, memori, dan suasana hati," ia menambahkan.
Sejumlah penelitian telah menghubungkan kesepian kronis dengan perubahan di area otak yang bertanggung jawab atas emosi, pembelajaran, dan pengambilan keputusan.
Kurangnya interaksi sosial juga dapat membatasi stimulasi mental yang dibutuhkan untuk mempertahankan fleksibilitas dan ketahanan kognitif seiring dengan bertambahnya usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hubungan sosial bagi otak sama pentingnya dengan olahraga bagi tubuh," kata Dr. Bahrani.
"Percakapan, pengalaman bersama, dan hubungan terus menerus mengaktifkan berbagai jaringan kognitif. Ketika interaksi tersebut berkurang, otak menerima lebih sedikit stimulasi," ia menambahkan.
Ahli neurologi dari Apollo Speciality Hospitals di Chennai, Dr. Sreenivas UM, mengatakan bahwa penelitian baru menunjukkan kaitan kesepian dengan faktor risiko demensia.
"Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa kesepian dapat menghasilkan perubahan struktural di otak, khususnya di wilayah yang terlibat dalam memori, penalaran, berpikir, dan pengambilan keputusan," katanya.
Menurut dia, isolasi sosial juga dapat memperburuk gejala, menunda pemulihan, dan meningkatkan risiko kambuh pada orang dengan kondisi neurologis seperti stroke, epilepsi, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau demensia.
Selain itu, dia mengatakan, pencitraan fungsional menunjukkan bahwa area yang dipengaruhi oleh kesepian mirip dengan area yang diaktifkan selama nyeri fisik, memberikan dasar ilmiah bagi istilah "sakit hati."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!