Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Gig economy' Dorong Milenial dan Gen Z Lebih Rasional Atur Pengeluaran

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:23 WIB | Oleh:
'Gig economy' Dorong Milenial dan Gen Z Lebih Rasional Atur Pengeluaran Doc: ANTARA/Pixabay-Steve Buissinne
Ket. Ilustrasi - Frugal living.

JAKARTA - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tahun 2021-2025 Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai berkembangnya gig economy (ekonomi pekerjaan lepas) dan pola kerja fleksibel mendorong generasi milenial dan Gen Z lebih rasional dalam mengatur pengeluaran serta menjalani gaya hidup hemat.

Menurut Semiarto, generasi muda saat ini mulai mempertimbangkan secara lebih matang hubungan antara pengeluaran dan manfaat yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Gaya hidup hemat atau frugal living, saya rasa sekarang orang sudah mulai berpikir lebih rasional. Apa yang dikeluarkan dan apa yang didapat,” kata Semiarto saat dihubungi wartawan pada Jumat.

Ia mengatakan pola pikir tersebut berkembang di tengah meningkatnya biaya hidup di kawasan perkotaan, mulai dari biaya tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan gaya hidup.

“Biaya hidup di kota itu memang naik. Sewa rumah, punya rumah, biaya transportasi, gaya hidup memang mahal,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut dia, generasi muda saat ini juga menghadapi pola kerja yang semakin fleksibel dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pekerjaan tetap.

Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia itu menilai banyak anak muda kini lebih tertarik pada pekerjaan berbasis proyek, pekerja lepas (freelance) maupun pekerjaan sampingan (side job) dibanding pekerjaan tetap dengan keterikatan jangka panjang.

“Sekarang itu yang penting gig economy. Orang boleh pekerja tetap, tapi side job-nya banyak,” katanya.

Menurut dia, sebagian generasi muda saat ini lebih memilih fleksibilitas kerja dan peluang memperoleh penghasilan tambahan dibanding mengejar stabilitas kerja seperti generasi sebelumnya.

“Lebih baik freelance, karena sekali dapat langsung banyak, dan itu urusannya tinggal bagaimana kita mengelola uang kita,” ujar Semiarto.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat generasi muda semakin selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran dan mulai menghindari konsumsi berlebihan.

“Hidup hemat tidak lagi dikaitkan dengan orang yang kekurangan. Sekarang hemat itu adalah pilihan sadar,” katanya.

Semiarto menambahkan gaya hidup hemat saat ini berkembang sebagai bagian dari nilai baru di masyarakat urban yang lebih menekankan konsumsi secara wajar dan efisien. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.