Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumber Daya Hayati Berkelanjutan Ditawarkan Empat Profesor IPB

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 11:02 WIB | Oleh:
Sumber Daya Hayati Berkelanjutan Ditawarkan Empat Profesor IPB Doc: ist
Ket. hayati

BOGOR – Berbagai inovasi pengelolaan sumber daya hayati berkelanjutan dikemukakan empata professor IPB. Hal itu disampaikan melalui orasi ilmiah yang membahas sektor perkebunan, perikanan, akuakultur, dan kehutanan.

Dalam konferensi pers pra orasi ilmiah secara daring di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, para guru besar menyoroti pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, ekonomi biru, dan keberlanjutan sumber daya alam.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Prof. Hariyadi memperkenalkan konsep "nexus baru" dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang mengintegrasikan produktivitas, efisiensi sumber daya, mitigasi perubahan iklim, digital agriculture, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan pekebun.

"Konsep nexus baru yang perlu dibangun sebagai kerangka kerja integratif dari produktivitas, ketahanan iklim, circular bioeconomy, pemantauan digital, inklusi sosial ekonomi, dan hasil riset sebagai bukti ilmiah," kata Hariyadi.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. Wini Trilaksani menyoroti potensi hasil samping perikanan sebagai sumber biomolekul bernilai tambah yang dapat mendukung ekonomi biru.

Menurut dia, bagian ikan yang selama ini dianggap limbah seperti mata, kulit, tulang, dan gelembung renang dapat diolah menjadi produk pangan fungsional, nutrasetikal, kosmetik, hingga biomaterial.

"Ekonomi biru tidak hanya dibangun dari laut yang menghasilkan komoditas, tetapi dari kemampuan ilmu pengetahuan mengubah setiap fraksi biomassa menjadi nilai," ujarnya.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. Agus Oman Sudrajat menjelaskan bahwa kontrol hormonal reproduksi ikan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan akuakultur nasional.

Ia menyebut teknologi hormonal mampu mempercepat reproduksi, meningkatkan kualitas benih, mempercepat domestikasi, serta mendukung ketersediaan benih secara berkelanjutan.

Di bidang kehutanan, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Prof. Siti Badriyah Rushayati menegaskan pentingnya jasa lingkungan hutan dalam menghadapi triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Menurut dia, hutan berperan dalam penyimpanan karbon, menjaga keanekaragaman hayati, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung kesehatan masyarakat melalui konsep healing forest.

"Jasa lingkungan hutan harus ditempatkan sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan agar tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Siti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Mancini Tegaskan Tim Nasion...
Daerah
Karhutla Diduga Libatkan Ko...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.