Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Bikin Waswas, Pemkab Bogor Gerak Cepat Tanam Cabai Serentak

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Harga Cabai Bikin Waswas, Pemkab Bogor Gerak Cepat Tanam Cabai Serentak Doc: Antara foto/HO Pemkab Bogor
Ket. Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto dalam gerakan penanaman cabai secara serentak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/9).

KABUPATEN BOGOR - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggalakan penanaman cabai secara serentak hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Eva Rudy Susmanto di Cibinong, Selasa, mengatakan gerakan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan itu merupakan bagian dari program Kelompok Kerja (Pokja) III dalam mendorong kemandirian pangan dari lingkungan keluarga.

“Tidak harus dimulai dalam skala besar. Kita bisa menanam untuk kebutuhan sendiri, untuk keluarga, kemudian hasilnya dapat dimanfaatkan bersama tetangga dan masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Eva.

Menurut dia, cabai menjadi salah satu komoditas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat sehingga dapat mulai ditanam secara mandiri dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah.

Upaya tersebut, kata Eva, juga dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan cabai ketika terjadi kenaikan harga di pasaran.

“Ketika harga cabai meningkat, kita tidak harus sepenuhnya bergantung pada pasar. Kita bisa mulai belajar menanam cabai sendiri sehingga kebutuhan rumah tangga dapat terbantu dan ketahanan pangan keluarga dapat dibangun secara mandiri,” ujarnya.

Eva mengatakan masyarakat tidak harus memiliki lahan luas untuk mengikuti gerakan tersebut. Pekarangan maupun ruang yang tersedia di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai sesuai kebutuhan keluarga.

Ia meminta jajaran TP PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan meneruskan edukasi mengenai penanaman cabai kepada masyarakat sehingga program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Gerakan ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” kata Eva.

Menurut dia, para ibu juga memiliki peran dalam mengenali dan memanfaatkan potensi di lingkungan rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Eva berharap gerakan penanaman cabai serentak tersebut dapat berkelanjutan dan mendorong semakin banyak keluarga di Kabupaten Bogor memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan secara mandiri.

“Semoga gerakan menanam cabai ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Megapolitan
Jakarta Lampaui Yogyakarta ...
Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.