Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putar Otak Masalah Sampah! Dorong Kompos Keliling Inovasi Warga Jaksel Jemput Bola Limbah Rumah Tangga

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 19:07 WIB | Oleh:

Diharapkan, dengan pengelolaan tersebut mampu mewujudkan target "zero sampah" di lingkungannya, sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Terlebih, pengurus RT juga menjalin komunikasi dengan pengepul barang bekas dan bank sampah di wilayah sekitar agar hasil pemilahan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat akan semakin terdorong memilah sampah apabila mengetahui sampah memiliki nilai ekonomi.

Dengan mengetahui nilai ekonomis sampah, masyarakat bisa teredukasi bahwa sampah itu bisa menjadi tambahan pemasukan. Dengan iming-iming  nilai ekonomis, maka masyarakat bisa tergerakkan. 

Saat ini gerobak "kompos keliling" memiliki kapasitas sekitar 2,5 meter kubik dengan biaya pembuatan sekitar Rp5 juta. Sementara mesin pengolah kompos menggunakan daya listrik sekitar 500 watt, sedangkan genset pendukung membutuhkan daya sekitar 800 watt.

Bersaing sehat

Inovasi juga lahir dari warga di RW 01 Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, yang juga menghadirkan upaya mengolah sampah berbasis lingkungan.

Ketua RW 01 Karet Kuningan Dadang mengatakan gagasan tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan.

Apalagi, saat ini, warga sudah kesulitan untuk membuang sampah karena tukang pengangkut sampah juga sudah kesulitan membuang ke truk-truk TPS.

Keresahan tersebut mendorong warga dan pengurus RW bergerak bersama membangun sistem pengelolaan sampah di lingkungan.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah gerobak pengangkut sampah organik yang berkeliling masuk ke gang-gang permukiman.

Gerobak tersebut dirancang sendiri oleh pengurus RW sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan sistem pembuangan sampah.

Saat ini RW 01 telah memiliki dua gerobak motor (germor) yang digunakan untuk mengangkut sampah setiap hari, terutama sampah organik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 1
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.