Putar Otak Masalah Sampah! Dorong Kompos Keliling Inovasi Warga Jaksel Jemput Bola Limbah Rumah Tangga
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 19:07 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Persoalan sampah di Jakarta kian mendesak. Menjelang kebijakan penghentian pengiriman sampah ke TPST Bantargebang, mulai 1 Agustus 2026, warga di berbagai wilayah mulai memutar otak agar sampah rumah tangga tetap terkendali dan tidak menumpuk di lingkungan.
Di Jakarta Selatan, sejumlah rukun warga (RW) memilih tidak tinggal diam mengatasi persoalan sampah. Berbagai inovasi bermunculan, mulai dari gerobak kompos keliling, hingga rumah botol sebagai upaya mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.
Ketua RT 11/RW 07 Kelurahan Cilandak Barat Imam Basori mengatakan inovasi tersebut berangkat dari keinginan menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Inovasi itu, diusahakan untuk menyelesaikan masalah sampah dari hulunya. Karena itu, dilakukan upaya jemput bola ke rumah tangga. Kalau itu sudah bisa terselesaikan, mulai dari hulu, hingga ke hilirnya, maka sampah tidak sampai menumpuk.
Pengurangan sejak dari rumah akan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui program "kompos keliling", petugas berkeliling mengambil sampah organik, seperti sampah dapur rumah tangga dari rumah-rumah warga setiap hari.
Dalam sistem tersebut, sampah organik rumah tangga diolah menggunakan mesin kompos berkapasitas kecil yang mampu mengubah limbah dapur menjadi pupuk kompos dalam waktu sekitar enam jam.
Setelah dipelajari dan dimonitor, sampah dapur rumah tangga itu dalam waktu enam jam sudah berubah menjadi kompos. Setelah dicampur tanah, hasilnya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika volume sampah meningkat, pengurus RT akan menggunakan mesin berkapasitas lebih besar agar proses pengolahan tetap berlangsung cepat. Mesin lebih besar tersebut masih dalam tahap pembuatan.

Inovasi warga dari RT 11/RW 07 Kelurahan Cilandak Barat yang menghadirkan kompos keliling (KomLing) untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya, Jakarta, Kamis (25/6). Antara/Luthfia Miranda Putri.
Diharapkan nantinya kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk menanam tanaman di lingkungan warga. Bahkan, pengurus RT berencana menggelar lomba tanaman sayur antarrumah agar masyarakat semakin terdorong memanfaatkan hasil kompos.
Selain mengolah sampah organik, RT 11 juga mengembangkan mesin pengepres botol plastik yang dinamakan "smart geprek". Mesin tersebut dirancang sendiri dengan memanfaatkan aktuator yang biasa digunakan pada kursi.
Botol plastik yang telah dipres memiliki nilai ekonomi lebih tinggi karena lebih padat, sehingga memudahkan penyimpanan dan pengangkutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!