Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daewoong Tekankan Pentingnya Pengelolaan LDL-C untuk Cegah Komplikasi Kardiovaskular pada Pasien Diabetes.

📅 Senin, 22 Jun 2026, 11:02 WIB | Oleh:
Daewoong Tekankan Pentingnya Pengelolaan LDL-C untuk Cegah Komplikasi Kardiovaskular pada Pasien Diabetes. Doc: Daewoong
Ket. Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa serangan jantung pada pasien diabetes tidak selalu diawali gejala khas seperti nyeri dada, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal nyeri.

Daewoong Pharmaceutical Indonesia (“Daewoong”) berkolaborasi dengan Siloam Hospitals Surabaya menggelar health talk untuk pasien, guna menekankan pentingnya pemeriksaan dini dan pengobatan berkelanjutan dalam mencegah komplikasi kardiovaskular dan ginjal pada pasien diabetes.

Mengangkat tema “Silent but Deadly: Serangan Jantung pada Penderita Diabetes”, kegiatan ini dirancang untuk membantu pasien dan keluarga memahami bahwa diabetes bukan hanya soal mengendalikan kadar gula darah. Diabetes merupakan kondisi serius yang dapat memicu komplikasi pada organ-organ penting, termasuk jantung, pembuluh darah, dan ginjal.

Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Jawa Timur. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, jumlah estimasi penderita diabetes usia 15 tahun ke atas di Jawa Timur mencapai 854.454 orang pada 2023. Sementara itu, data Profil Kesehatan Kota Surabaya 2023 dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat terdapat 104.363 pasien diabetes di Surabaya.

Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Ia menjelaskan bahwa serangan jantung pada pasien diabetes tidak selalu diawali gejala khas seperti nyeri dada. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal nyeri. Akibatnya, ketika pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan, pasien belum tentu merasakan tanda peringatan yang jelas.

“Pasien diabetes dapat mengalami risiko kardiovaskular tanpa gejala yang nyata,” ujar Prof. Yudi. “Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala dan pengelolaan faktor risiko tidak boleh diabaikan, meskipun pasien merasa sehat.”

Prof. Yudi juga menjelaskan bahwa diabetes dapat mempercepat terjadinya aterosklerosis, yaitu kondisi ketika kolesterol dan zat lain menumpuk di dinding pembuluh darah hingga menyebabkan penyempitan. LDL-C, yang dikenal sebagai “kolesterol jahat”, dapat masuk ke dinding pembuluh darah yang rusak dan membentuk plak. Jika plak terus menumpuk, pembuluh darah koroner dapat menyempit atau tersumbat, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Sebagai prinsip utama pengelolaan kolesterol, Prof. Yudi memperkenalkan pesan kampanye pencegahan penyakit kardiovaskular Daewoong, yaitu “The Sooner, The Lower, The Better.” Ia menekankan pentingnya mengelola LDL-C lebih dini, menurunkannya hingga mencapai target yang direkomendasikan tenaga kesehatan, serta menjaga kepatuhan pengobatan secara konsisten dalam jangka panjang.

Sesi kedua dibawakan oleh Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD, Subsp. EMD(K), FINASIM, FACP, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi. Ia membahas risiko penyakit ginjal akibat diabetes, yang sering kali tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal dan baru terdeteksi ketika fungsi ginjal sudah menurun cukup jauh.

“Kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak jaringan ginjal secara bertahap, seperti filter yang aus seiring waktu,” ujar Dr. dr. Soebagijo. “Karena pasien sering tidak merasakan kelainan pada tahap awal, pemeriksaan ginjal sebaiknya dilakukan secara proaktif, bukan menunggu sampai muncul gejala.”

Ia menjelaskan tiga pemeriksaan penting yang perlu dipantau secara rutin oleh pasien diabetes, yaitu HbA1c, UACR, dan eGFR. HbA1c digunakan untuk melihat rata-rata kendali gula darah, UACR membantu mendeteksi kebocoran protein dalam urine sejak dini, sedangkan eGFR menilai kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, mengatakan bahwa edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan komplikasi diabetes.

“Edukasi diabetes tidak boleh berhenti pada penurunan kadar gula darah saja. Pasien dan keluarga perlu memahami bahwa diabetes dapat secara diam-diam memengaruhi jantung, ginjal, pembuluh darah, dan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujar dr. Maria.

“Siloam Hospitals Surabaya berkomitmen mendukung diagnosis dini, edukasi pasien, serta layanan kesehatan terpadu melalui dukungan tim dokter multidisiplin dan fasilitas medis yang komprehensif untuk membantu masyarakat mencegah komplikasi diabetes sejak awal,” tambahnya.

Baik In-hyun, Head of Daewoong Pharmaceutical Indonesia Business Division, mengatakan bahwa kegiatan edukasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang Daewoong dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Ketika pasien memahami sejak dini hubungan antara diabetes dan komplikasi yang berkembang secara diam-diam, mereka dapat memulai langkah pencegahan sebelum terjadi kerusakan organ yang tidak dapat dipulihkan,” ujar Baik. “Daewoong akan terus berperan bukan hanya dalam memastikan pasokan terapi kardiovaskular inovatif dan terapi diabetes tipe 2 yang dikembangkan secara mandiri, tetapi juga sebagai mitra tepercaya dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Bupati Bogor Kerahkan Pejab...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.