Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sensus Ekonomi 2026: BPS Terjunkan 4.082 Petugas Lapangan untuk Pendataan di DIY

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 02:35 WIB | Oleh:
Sensus Ekonomi 2026: BPS Terjunkan 4.082 Petugas Lapangan untuk Pendataan di DIY Doc: Foto BPS
Ket. Pendataan Sensus Penduduk 2026 oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) telah dimulai.

YOGYAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) RI mengerahkan sedikitnya 4.082 petugas lapangan untuk menyisir seluruh aktivitas usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang dimulai dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, Kamis (18/6). 

"DIY ini sangat istimewa karena capaian indeks pembangunan manusianya tertinggi kedua di Indonesia," kata Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi dalam Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, Yogyakarta terkenal dengan Kota Pendidikan, yang mana pendidikan punya peran luar biasa dalam pembangunan bangsa, baik dalam konteks pembangunan manusia maupun pembangunan ekonomi.

Dia menambahkan, pendidikan termasuk dalam aktivitas ekonomi, karena itu melalui Sensus Ekonomi 2026, dapat diketahui seberapa besar kontribusi pendidikan bagi ekonomi DIY.

Berdasarkan catatan sementara, lanjut dia, terdapat 606.000 pelaku usaha di DIY, dengan sebanyak 596.000 di antaranya adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Sistemnya nanti, petugas sensus tidak hanya menyambangi pelaku usaha yang terdaftar, tetapi juga ke rumah rumah untuk seluruh aktivitas ekonomi yang ada. Jadi sangat mungkin para petugas sensus akan ketemu usaha-usaha baru," katanya.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 adalah menyediakan data dasar yang terpercaya mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

"Data dasar ini akan menjadi fondasi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Dan sebagai daerah yang bertumpu pada kekuatan jasa, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan UMKM, kita memerlukan potret yang utuh mengenai dinamika dunia usaha," katanya.

Dia mengatakan, karena pentingnya Sensus Ekonomi 2026, harapannya masyarakat DIY memberikan dukungan penuh dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya, demi terwujudnya data yang akurat, lengkap, dan berkualitas.

Karena setiap data yang disampaikan akan menjadi pijakan bagi kebijakan pembangunan yang menentukan masa depan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

"Sambut petugas BPS dengan berikan informasi yang benar, lengkap, dan benar. Data ini nanti menjadi dasar merumuskan kebijakan pengembangan UMKM, memperkuat investasi, meningkatkan daya saing daerah, memperluas kesempatan kerja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.