Pemkot Bandung Bahas Penghapusan Tarif Masuk Taman Tegalega
📅 Jumat, 19 Jun 2026, 13:55 WIB | Oleh: Ilham SudrajatMenurut dia, keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi pertimbangan utama sebelum fasilitas publik dioperasikan kembali.
"Terus terang ini memang kesalahan pada proses pekerjaan sebelumnya. Maka sekarang kita benahi dulu sampai benar-benar selesai dan layak digunakan," ujar dia.
Meski demikian, Alun-alun Bandung sempat dibuka sementara pada beberapa momentum tertentu, salah satunya ketika ribuan Bobotoh merayakan keberhasilan Persib Bandung. Pembukaan itu dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat. Namun setelah kegiatan selesai, kawasan tersebut kembali ditutup agar proses penyempurnaan fasilitas dapat dilanjutkan.
Wali Kota Farhan menegaskan, tidak ada target waktu tertentu mengenai pembukaan kembali Alun-alun Bandung karena pemerintah lebih mengutamakan kualitas hasil pekerjaan dibanding mengejar percepatan penyelesaian.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pokoknya sampai betul-betul selesai dan layak. Saya tidak mau nanti dibuka, tetapi beberapa bulan kemudian rusak lagi. Itu justru merugikan masyarakat," kata dia.
Ia mengingatkan, pengalaman serupa pernah terjadi ketika alun-alun dibuka menjelang libur akhir tahun. Saat itu sejumlah fasilitas kembali mengalami kerusakan karena kualitas pekerjaan yang belum optimal.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Bandung agar lebih teliti dalam mengawasi setiap proyek pembangunan fasilitas publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memperbaiki kualitas infrastruktur, Pemkot Bandung juga berupaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, aman, serta mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Menurut Wali Kota Farhan, keberadaan taman kota, alun-alun, dan ruang terbuka hijau bukan hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang berkontribusi terhadap kualitas kehidupan warga perkotaan.
Karena itu, penataan kawasan seperti Tegalega dan Alun-alun Bandung menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Kita ingin ruang publik di Kota Bandung benar-benar menjadi milik masyarakat. Nyaman digunakan, aman, tertata, dan kalau memungkinkan bisa diakses tanpa membebani masyarakat dengan biaya masuk," ujar dia.
Wali Kota Farhan berharap proses evaluasi terhadap Perwal mengenai retribusi Tegalega dapat segera selesai sehingga keputusan terbaik dapat diambil tanpa mengganggu pengelolaan kawasan.
Sementara itu, proses penyempurnaan Alun-alun Bandung akan terus dilakukan hingga seluruh fasilitas memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!