Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Panda” Senilai 1 Miliar Dollar AS, Mungkinkah?

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 06:11 WIB | Oleh:
“Panda” Senilai 1 Miliar Dollar AS, Mungkinkah? Doc: ist
Ket. meminjam daya tariknya

JAKARTA – Dalam rangka meraih pendanaan pemerintah akan mengeluarkan “panda bonds” sampai senilai 1 miliar dollar AS, bisakah? Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menargetkan penerbitan surat utang "Panda Bonds" senilai 1 miliar dolar AS.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market (pasar)-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing, Kamis (18/6) malam.

Hal itu disampaikan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan Menkeu Purbaya dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an maupun pihak dari bank sentral China China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) maupun investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.

Pemerintah Indonesia diketahui menyiapkan rencana penerbitan surat utang "Panda Bonds" di China demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Panda Bonds adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam mata uang yuan atau renminbi,sehingga dapat dijual langsung kepada investor di China daratan.

Namun untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak 'underwriter'-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," tambah Purbaya.

Dengan dukungan dari PBOC tersebut, Purbaya pun optimistis bahwa "Panda Bonds" dapat diterbitkan pada tahun ini.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Ini minggu depan sudah mulai 'book building' harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.

"Book building" yang dimaksud adalah masa penawaran awal dimana perusahaan dan penjamin emisi (underwriter) mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Kemudian bisa dilihat berapa sih (minat terhadap Panda Bonds), dan kami memang ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan, sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja," tambah Purbaya.

Terlebih, ungkap Purbaya, Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung 'bilateral swap agreement' tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap rupiah juga nantinya," jelas Purbaya.

Sedangkan dalam pembicaraan dengan Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo’an, Purbaya mengatakan juga melakukan diskusi yang menarik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Tim Basket Putri Terus Foku...
Megapolitan
Jakarta akan Tinggalkan Pra...

Jadwal Bakal Lumayan Padat, PSS Sleman Atur Strategi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jadwal Bakal Lumayan Padat,...

John Herdman Akan Debut Saat Melawan Timor Leste

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
John Herdman Akan Debut Saa...

AFC Ternyata Hanya Dianggap Anak Bawang oleh FIFA

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
AFC Ternyata Hanya Dianggap...
Olahraga
Eropa Akan Ucapkan Selamat ...

Kasihan Rakyat Diperas Bupati untuk THR

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasihan Rakyat Diperas Bupa...

Warga Tuban Diguyur Pasar Murah

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Tuban Diguyur Pasar M...

Tempe Akan Jadi Andalan Ekspor ke Amerika Serikat

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Tempe Akan Jadi Andalan Eks...

Anggaran Pendidikan Tak Lagi Digerogoti

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Anggaran Pendidikan Tak Lag...
Megapolitan
Miris! 13.833 Anak di Jakar...
Megapolitan
Kawasan Aglomerasi dan Jaka...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pesawat Baru, PT Dirgantara Indonesia Kirim NC212i Perkuat Alutsista TNI AU

Pesawat Baru, PT Dirgantara Indonesia Kirim NC212i Perkuat Alutsista TNI AU

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.