Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Panda” Senilai 1 Miliar Dollar AS, Mungkinkah?

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 06:11 WIB | Oleh:

"Pada dasarnya, Kementerian Keuangan China menguasai banyak BUMN termasuk calon investor-investor yang kami datangi, jadi restu dari Kementerian Keuangan China amat menentukan pada keberhasilan 'bond issue' (penerbitan obligasi) kita dan Kementerian Keuangan China amat mendukung rencana kami untuk menerbitkan 'bond' di China," tambah Purbaya.

Dengan menggunakan mata uang yuan atau renminbi, "Panda Bonds" diketahui memberi akses bagi negara atau perusahaan asing untuk memperoleh pendanaan dari pasar keuangan China yang dinilai memiliki likuiditas besar dan basis investor yang luas.

Dana hasil penerbitan "Panda Bonds" dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan anggaran, proyek infrastruktur, investasi, atau kebutuhan korporasi lain.

"Panda Bonds" dianggap punya sejumlah keuntungan strategis, karena pertama, membuka akses ke sumber pembiayaan baru di luar pasar obligasi berbasis dolar AS atau euro.

Kedua, biaya pendanaan berpotensi lebih efisien jika tingkat suku bunga di pasar China lebih kompetitif dibandingkan pasar obligasi global berbasis dolar AS dan penerbit pun memperoleh dana dengan biaya pinjaman yang lebih rendah dan struktur pendanaan yang lebih optimal.

Ketiga, "Panda Bonds" juga mengurasi risiko dalam pengelolaan nilai tukar, karena jika suatu negara memiliki kebutuhan pembiayaan atau perdagangan terkait dengan China, penggunaan yuan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menekan risiko fluktuasi kurs dan akhirnya dapat mendukung diversifikasi cadangan devisa serta memperkuat hubungan ekonomi serta keuangan dengan China.

Keempat, bagi investor domestik China, "Panda Bonds" memberi pilihan instrumen investasi yang lebih beragam mengingat investor dapat memperoleh eksposur terhadap penerbit internasional tanpa harus keluar dari pasar keuangan domestik.

Popularitas "Panda Bonds" meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring upaya internasionalisasi yuan oleh pemerintah China. Sejumlah negara dan perusahaan global mulai menggunakan instrumen ini untuk mengakses salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.