MRO Hercules di Kertajati Dinilai Berpotensi Perkuat Industri Pertahanan Nasional
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Rencana pengembangan pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat Hercules C-130 di Bandara Kertajati, Jawa Barat, dinilai berpotensi memperkuat industri pertahanan nasional. Analis menilai proyek strategis ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan perawatan pesawat militer di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta keterlibatan industri pertahanan lokal, baik BUMN maupun swasta.
Analis dan Pemerhati Pertahanan Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris) Hanif Rahadian menilai pemerintah perlu mempersiapkan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), serta keterlibatan industri pertahanan dalam negeri sebelum mengoperasikan pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat Hercules C-130 se-Asia di Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Menurut Hanif, kesiapan fasilitas menjadi aspek utama yang harus dipenuhi, mulai dari hanggar, workshop, hingga berbagai peralatan pemeliharaan berstandar tinggi. Selain itu, akses menuju Bandara Kertajati juga perlu terus diperkuat untuk mendukung mobilitas personel dan logistik.
"Akses transportasi menuju Bandara Kertajati juga harus terus diperkuat agar mendukung mobilitas personel maupun logistik dan tentu bisa meningkatkan roda perekonomian daerah dengan akses yang lebih terbuka dan lebih mudah," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (17/6).
Selain infrastruktur, Hanif menekankan pentingnya menyiapkan SDM berkualitas karena teknisi TNI AU dan tenaga kerja sipil akan menjadi ujung tombak operasional MRO. Pemerintah juga perlu mendorong peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional, baik BUMN maupun swasta, agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan pendukung perawatan pesawat Hercules.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hanif meyakini keberadaan MRO Hercules di Kertajati akan memberikan berbagai manfaat strategis bagi Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan teknisi nasional melalui transfer teknologi dan sertifikasi, proyek tersebut juga berpotensi memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan menciptakan dampak ekonomi berantai bagi kawasan sekitar.
"Kita berpotensi memperoleh transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, serta keterlibatan teknisi dan engineer nasional dalam proses pemeliharaan armada Hercules sesuai standar pabrikan," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran MRO akan membuka peluang bagi industri pertahanan nasional untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan perawatan pesawat sekaligus memperkuat pengembangan teknologi dirgantara dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, aktivitas MRO diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan sektor jasa, perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga menciptakan lapangan kerja baru di kawasan Kertajati dan sekitarnya.
"Kehadiran MRO menciptakan multiplier effect bagi kawasan Kertajati dan sekitarnya. Aktivitas tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor jasa, perhotelan, transportasi, perdagangan, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal," jelas Hanif.
Dari sisi operasional pertahanan, Indonesia sebagai pengguna aktif pesawat Hercules juga akan memperoleh keuntungan berupa proses pemeliharaan yang lebih efektif dan efisien.
Meski demikian, Hanif menegaskan seluruh manfaat tersebut hanya dapat terwujud jika pemerintah melakukan persiapan secara matang, mulai dari pembangunan fasilitas, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan industri pendukung.
Pengembangan Fasilitas
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyatakan rencana pembangunan pusat MRO pesawat C-130 Hercules di Bandara Kertajati masih berada pada tahap perencanaan dan pematangan konsep. Pemerintah masih mengkaji berbagai aspek, mulai dari skema kerja sama, pembangunan fasilitas, hingga model pengelolaan yang akan diterapkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!