Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekraf Riefky Harsya Dorong Literasi Etika AI bagi Pegiat Ekonomi Kreatif

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 04:28 WIB | Oleh:
Menekraf Riefky Harsya Dorong Literasi Etika AI bagi Pegiat Ekonomi Kreatif Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat ditemui awak media dalam acara briefing peserta start up untuk SusHi Tech Tokyo 2026, di Jakarta, Selasa (21/4).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pada pekerja kreatif agar kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat digunakan dengan etika yang bijak dan bukan untuk menggantikan peran manusia dalam proses kreatifnya.

“Kami dari pemerintah melihat bahwa AI itu bukan untuk menggantikan manusia tapi memperkuat hasil kreativitas mereka. Cuman memang kita harus ingat adalah etikanya dalam menggunakan AI jangan sampai juga hasil karya yang sudah dibuat susah-susah dengan menggunakan AI buat dibajak secara tidak bertanggung jawab,” kata Riefky kepada awak media di acara Bekup Global Scale Up 2026 di Jakarta, Selasa (21/4).

Riefky mengatakan pekerja kreatif bisa menggunakan AI sebagai partner kerja untuk menghasilkan sesuatu produk kreativitas yang lebih baik. Ia juga melihat perkembangan AI yang sangat pesat harus menjadi atensi bersama dan etika penggunaanya harus terus disosialisasikan.

Ia mengatakan kehadiran AI dapat melengkapi proses kreatif yang dilakukan pekerja kreatif Indonesia dengan teknologi yang juga bisa diadaptasi dari luar negeri yang tentunya tetap relevan dan tidak menghilangkan tradisi-tradisi yang masih melekat di Indonesia.

“Memang ini perkembangannya sangat cepat. Kalau dulu sekian puluh tahun yang lalu ketika internet itu muncul, dari pertama itu kan mungkin butuh waktu sekian belas tahun sehingga seperti internet hari ini. Tapi kalau AI ini kan hampir setiap saat itu perkembangannya. Jadi memang ini sesuatu yang harus menjadi atensi kita bersama,” katanya.

Kemenekraf juga akan terus berkoordinasi dengan lintas kementerian salah satunya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk menyusun regulasi terbaik untuk penerapan AI di Indonesia yang tetap relevan.

Ia juga mengingatkan kehadiran AI itu jangan dijadikan sebagai pengganti para kreator tapi sebagai alat untuk menghasilkan karya kreatif yang bertanggung jawab. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Imigrasi Bersama ITB Garap ...
Daerah
Imigrasi Berencana Pidanaka...
Luar Negeri
Robot-robot Buatan Tiongkok...
Advertisement
Santunkan Asuransi Disalurkan, Kemenhub Pastikan Pemenuhan Hak Korban KMP Virgo Transport 8

Santunkan Asuransi Disalurkan, Kemenhub Pastikan Pemenuhan Hak Korban KMP Virgo Transport 8

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.